Jakarta, Gpriority.co.id – Langkah Federasi Sepakbola Malaysia (FAM) untuk menaturalisasi Mats Deijl akhirnya terhenti setelah FIFA menolaknya. Garis keturunan yang terlalu jauh menjadi penyebabnya.
Pada Selasa (1/10) FAM merilis bahwa Mats Deijl tak memenuhi syarat FIFA untuk dinaturalisasi membela tim nasional (timnas) Malaysia. Menurut FIFA, Deijl tidak memiliki persyaratan untuk proses naturalisasi mengingat hanya mempunyai darah Malaysia dari keturunan ke-4. Adapun yang diizinkan FIFA hanya keturunan ke-1 dan 2 saja.
Dengan kata lain, pemain bertahan Go Ahead Eagles tersebut berdasarkan dokumen terlampir hanya memiliki darah Malaysia dari nenek moyang, bukan dari kakek atau nenek yang sudah diatur FIFA. Disebutkan, keturunan Deijl berasal dari nenek buyutnya (ibu kakeknya), yang lahir di Singapura pada tanggal 24 Juni 1893, saat Singapura masih menjadi bagian dari Malaya.
Terkait penolakan FIFA, Deijl sempat menumpahkan kekesalannya. “Stupid Rules”, begitu ungkapannya yang tersebar di dunia maya. Meski gagal dinaturalisasi, FAM sendiri mengapresiasi Deijl yang berkeinginan kuat membela timnas berjuluk Harimau Malaya itu.
Seperti diketahui, pada penghujung Agustus 2024 lalu, Deijl mengungkapkan ketertarikannya untuk membela timnas Malaysia. Kabar ini disampaikan pelatih interim tim nasional, Pau Marti kepada FAM bahwa Mats Deijl tertarik membela Harimau Malaya.
Deijl sendiri bermain sebagai bek kanan di Go Ahead Eagles yang berada di Eredivisie. Deijl yang lahir di Vlaardingen ini memulai karir sepakbola profesionalnya di FC Den Bosch yang berada di Eerste Divisie pada 2016. Pemain dengan tinggi 178cm ini pada 2021 kemudian bergabung dengan Go Ahead Eagles yang baru promosi ke Eredivisie.
Go Ahead Eagles adalah sebuah klub sepak bola yang berasal dari Deventer, Belanda. Stadion kandang klub ini adalah De Adelaarshorst. Sampai saat ini, klub telah memenangkan kejuaraan nasional sebanyak empat kali (1917, 1922, 1930, 1933). Beberapa pemain naturalisasi Indonesia juga pernah membela klub ini diantaranya adalah Diego Michiels, Ragnar Oratmangoen dan Jay Idzes.
Gagalnya FAM menggaet Deijl menambah ketidakjelasan program naturalisasinya. Sebelumnya FAM membidik pemain keturunan dengan grade atas yang ada di eropa seperti Wan Kuzain dan Ferdi Druijf. Namun belum menunjukan kejelasan. Pemain lain seperti Naim Garcia, Ethan Wheatley, Josh Brownhill bahkan menunjukan sinyal penolakan. Selama ini FAM hanya sukses menaturalisasi pemain asing yang bermain di liga Malaysia dan itu pun mayoritas sudah berusia tua sebagai pesepakbola.
