Waspada Kerusakan Ginjal Akibat Hipertensi

Jakarta, GPriorty.co.id – Hipertensi merupakan kontributor primer tunggal kerusakan ginjal. Resiko ini menimbulkan beragam masalah serius yang perlu kamu waspadai.

Pada dasarnya, ginjal sangat memerlukan sistem sirkulasi darah yang baik, jika ada tekanan di pembuluh darah aka pembuluh darah arteri pada ginjal akan menyempit, hal ini menyebabkan sel ginjal tidak mendapatkan cukup oksigen untuk bekerja dengan baik, kondisi ini jika dibiarkan dalam jangka waktu lama maka akan mengakibatkan penurunan fungsi ginjal, dan berakhir pada kerusakan ginjal.

Biasanya seseorang sadar setelah di diagnosa gagal ginjal dan harus melakukan cuci darah.

Menurut WHO, seseorang dikatakan mengalami hipertensi apabila diukur pada dua hari yang bebeda dimana tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan/ atau tekanan darah diastolik pada kedua hari tersebut adalah lebih dari 90 mmHg. Hal ini tentunya berbeda dengan anggapan umum yang sering kita tahu bahwa, tekanan darah disebut tinggi apabila melebih angka sistolik/diastolik yaitu pada angka 120 mmHg/ – 80 mmHg.

Maka itu, perlu sekali menjaga tekanan darah tetap terkontrol. Bagi yang sudah memiliki hipertensi, perlu disiplin meminum obat hipertensi sesuai dosis yang anjurkan.

Selain obat hipertensi yang harus dikonsumsi baiknya juga melakukan pola hidup sehat seperti tidur cukup selama 6-8 jam per hari, kurangi makanan berlemak, lakukan aktifitas fisik untuk menjaga berat badan, hindari minuman beralkohol dan tidak merokok.

Tidak lupa juga, kurangi asupan garam, manajemen stress dan lakukan cek tensi rutin minimal sebulan sekali (sebaiknya usia 18 tahun keatas sudah melakukan cek tensi rutin) lalu ikuti program edukasi hipertensi.

Dengan demikian, kita akan terhindar dari hipertensi yang dapat merusak ginjal.

Penulis: Jojie Matitaputty

Foto: Ilustrasi organ ginjal (istimewa)