Punya Darah Tinggi? Ini Batas Konsumsi Daging agar Hipertensi Tidak Kambuh

Jakarta, GPriority.co.id – Setelah Iduladha, suasana di banyak rumah akan dipenuhi dengan aroma lezat dari berbagai olahan daging qurban. Bagi banyak orang, ini adalah saat yang ditunggu-tunggu untuk menikmati hidangan spesial. Namun, bagi mereka yang memiliki masalah darah tinggi atau hipertensi, ada baiknya untuk lebih berhati-hati dalam mengonsumsi daging agar tekanan darah tetap terkontrol dan tidak kambuh.

Daging merah dan olahan daging kerap kali mengandung kadar natrium yang tinggi. Natrium berlebihan dalam tubuh bisa menyebabkan retensi cairan, yang kemudian meningkatkan volume darah dan menambah tekanan pada dinding arteri. Selain itu, daging juga mengandung lemak jenuh yang dapat memperburuk kondisi tekanan darah dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Oleh karena itu, penting untuk memahami batas aman dalam mengonsumsi daging agar tetap sehat selama perayaan Iduladha.

Menurut American Heart Association, konsumsi daging merah sebaiknya dibatasi maksimal 2-3 porsi per minggu. Satu porsi daging kira-kira seukuran telapak tangan atau sekitar 85 gram. Dengan membatasi konsumsi daging, kita dapat menjaga asupan natrium dan lemak jenuh dalam batas yang aman, sehingga mengurangi risiko hipertensi kambuh.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk tetap menikmati hidangan daging tanpa khawatir akan masalah darah tinggi. Misalnya, memilih potongan daging yang lebih sedikit lemak atau memangkas lemak yang terlihat bisa membantu mengurangi asupan lemak jenuh. Metode memasak seperti memanggang, merebus, atau mengukus lebih baik dibandingkan menggoreng, dan hindari penggunaan minyak berlebih serta saus yang tinggi natrium.

Mengonsumsi daging dalam jumlah kecil tetapi lebih sering lebih baik daripada makan dalam porsi besar sekaligus. Pastikan tetap mengontrol porsi setiap kali makan. Selain itu, mengombinasikan daging dengan sayuran hijau yang kaya serat dan nutrisi dapat membantu mengurangi penyerapan lemak dan natrium dalam tubuh. Sebisa mungkin, kurangi konsumsi daging olahan seperti sosis, nugget, atau daging kalengan yang umumnya mengandung natrium dan pengawet.

Selain daging merah, ada banyak sumber protein lain yang lebih sehat dan bisa dijadikan alternatif, seperti ikan, ayam tanpa kulit, kacang-kacangan, dan produk susu rendah lemak. Ikan, terutama yang kaya akan omega-3 seperti salmon dan tuna, sangat baik untuk kesehatan jantung dan dapat membantu mengontrol tekanan darah.

Dengan memahami batas konsumsi daging yang aman dan menerapkan tips di atas, para penderita darah tinggi dapat tetap menikmati hidangan lezat Iduladha tanpa khawatir akan kambuhnya hipertensi.

Foto: Freepik