Kenali jenis-jenis Peradangan pada Jantung

Jakarta, GPriority.co.id – Peradangan pada jantung sering disebut Karditis. Karditis terbagi dalam beberapa jenis, diantaranya :

  1. Perikarditis

Perikarditis adalah peradangan pada lapisan paling luar jantung . Penyebab perikarditis sering kali sulit dideteksi, bahkan pada beberapa kasus tidak diketahui penyebabnya (perikarditis idiopatik). Namun, umumnya penyebab perikarditis adalah sebagai berikut:

  • Respons sistem kekebalan tubuh terhadap kerusakan pada jantung akibat serangan jantung atau operasi jantung (Dressler syndrome).
  • Adanya bakteri Staphylococcus, Streptococcus, dan Pneumococcus.
    Infeksi virus seperti Covid-19 atau virus lainnya (rubella, influenza).
  • Penyakit autoimun seperti lupus dan rheumatoid arthritis.
  • Cedera pada jantung atau dada.
    Serangan jantung.
  • Kondisi kesehatan kronis, seperti gagal ginjal.
    6.Kanker dari organ lain yang menyebar ke perikardium.
  • Paparan radiasi dari radioterapi, khususnya pada pasien dengan kanker payudara dan kanker paru.

Perikarditis idiopatik terjadi ketika penyebab spesifik tidak dapat ditentukan meskipun telah dilakukan pemeriksaan yang cermat. Meskipun begitu, dengan mengidentifikasi kemungkinan penyebab perikarditis, dokter dapat merencanakan pengobatan yang sesuai dan memberikan perawatan yang tepat bagi pasien. Pemeriksaan medis, tes laboratorium, dan pemeriksaan EKG maupun ekokardiogram dapat membantu mendiagnosis dan mencari penyebab yang mendasarinya.

  1. Miokarditis

Miokarditis adalah peradangan pada otot jantung, yaitu lapisan tengah jantung. Pada banyak kasus, penyebab miokarditis tidak diketahui. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat memicu miokarditis adalah Virus Bakteri Infeksi Jamur Obat-obatan, Penyakit Autoimun
 
Gejala Miokarditis

Gejala miokarditis pada umumnya mirip dengan gejala flu. Hal ini membuat miokarditis terkadang sulit untuk dideteksi. Meski demikian, penting bagi kita untuk mengetahui beberapa gejala miokarditis seperti sesak napas, demam tinggi, nyeri dada berat, palpitasi jantung (jantung berdebar kencang), gagal jantung kongestif.

Walaupun miokarditis cukup sulit untuk dideteksi, namun pada umumnya dokter akan melakukan beberapa tes guna mempersempit kemungkinan penyebab miokarditis.

Meskipun miokarditis dapat hilang dengan sendirinya dan hingga kini belum ada obatnya, namun langkah-langkah pencegahan tetap dapat dilakukan, di antaranya tidak merokok, mengonsumsi makanan rendah garam, hindari minuman beralkohol, serta melakukan aktivitas fisik seperti olahraga dan menjaga kebersihan lingkungan dan diri.

  1. Endokarditis:

Endokarditis adalah peradangan pada endokardium, yaitu lapisan paling dalam jantung. Endokarditis dapat menyebabkan terjadinya pertumbuhan (vegetasi) pada katup jantung.

Vegetasi merupakan kumpulan kuman, fibrin, dan trombosit pada katup jantung yang terinfeksi.

Vegetasi dapat pecah atau terlepas dan berpindah ke organ tubuh lainnya. Hal ini bisa menyebabkan terjadinya komplikasi serius, seperti stroke, emboli paru, gagal jantung, atau kerusakan organ.

Lebih lanjut, kuman atau patogen penyebab infeksi di lapisan endokardium ini dapat memicu produksi racun dan enzim yang dapat mengikis atau merusak jaringan sehingga menyebabkan lubang pada katup. Penyebaran infeksi melalui aliran darah ke berbagai organ sehingga dapat menginfeksi tulang belakang (osteomielitis vertebra), sendi (artritis septik), atau otot psoas (abses psoas). Beberapa kondisi medis tertentu dapat meningkatkan resiko endokarditis.

Penyebab Endokarditis

Umumnya, endokarditis disebabkan oleh bakteri yang masuk ke dalam aliran darah dari luar tubuh dan mencapai jantung. Namun selain bakteri, penyakit ini juga dapat disebabkan oleh infeksi jamur atau parasit.

Sering kali, patogen penyebab infeksi masuk ke dalam tubuh saat individu sedang menjalani prosedur gigi, utamanya pencabutan gigi atau pembersihan gigi secara menyeluruh. Prosedur-prosedur ini berisiko menyebabkan perdarahan kecil pada gusi yang memungkinkan kuman dari rongga mulut masuk ke dalam aliran darah. Terkadang, kuman juga dapat masuk ke dalam aliran darah dari mulut, kulit, usus, sistem pernapasan, atau saluran kemih melalui aktivitas, makan, menyikat gigi,
membersihkan gigi dengan benang gigi, buang air besar.

Gejala Endokarditis
 
Setiap orang dapat mengalami gejala endokarditis yang berbeda-beda. Namun, gejalanya yang dapat diidentifikasi secara umum adalah demam dengan suhu di atas 38,4°C dan menggigil, nyeri dada saat bernapas, nyeri sendi dan otot, berkeringat di malam hari, sesak napas, kelelahan, nafsu makan memburuk, sakit tenggorokan dan terasa nyeri saat menelan, berat badan menurun, batuk yang tidak kunjung sembuh, pembengkakan di perut, tungkai, atau kaki. Mual dan muntah, ruam pada kulit, luka yang tidak kunjung sembuh, terdapat darah dalam urine.

Foto : Istimewa