Hantavirus Mulai Muncul di Indonesia, dr. Tirta: Santai, Asal Jangan Jorok!

Ilustrasi Hantavirus/Foto iStock

Jakarta, GPriority.co.id – Belakangan ini, masyarakat dihebohkan dengan munculnya kasus positif Hantavirus, yakni virus zoonotik yang dapat menular dari hewan ke manusia dan umumnya berkaitan dengan hewan pengerat seperti tikus.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) melaporkan sebanyak 23 kasus positif Hantavirus ditemukan di Indonesia sepanjang periode 2024 hingga 2026. Dari jumlah tersebut, tiga pasien dilaporkan meninggal dunia, sehingga tingkat fatalitas kasus atau Case Fatality Rate (CFR) mencapai 13 persen.

Munculnya kasus Hantavirus membuat publik kembali membahas pernyataan pengusaha asal Amerika Serikat, Bill Gates, dalam acara The View pada Februari 2025. Saat itu, Bill Gates menyebut pandemi berikutnya bisa lebih parah dibanding COVID-19 apabila dunia tidak mempersiapkan diri dengan matang.

“Ini bukan pandemi terakhir. Yang berikutnya bisa jauh lebih parah. Maksud ku, yang ini menewaskan jutaan orang, itu mengerikan,” kata Bill Gates.

Dokter sekaligus pengusaha Indonesia, Tirta Mandira Hudhi atau dr. Tirta, meminta masyarakat tidak perlu panik menghadapi Hantavirus. Menurutnya, selama menerapkan pola hidup bersih dan sehat, risiko tertular virus tersebut bisa diminimalkan.

“Ga usah panik soal Hantavirus, asalkan kamu ga kemproh dan jorok. Wong virusnya aja biasanya nongol di tikus. Cara pencegahannya tu basic banget. Ya higienitas alias kebersihan diri. Paham lah ya,” tulis dr. Tirta di akun Threads miliknya, dikutip Minggu (10/5).

dr. Tirta menjelaskan penularan Hantavirus antarmanusia membutuhkan kontak jarak dekat, sehingga menurutnya sangat kecil kemungkinan virus tersebut berkembang menjadi pandemi global.

“Bahkan penularan antar manusianya aja itu harus jarak dekat. Jadi sulit banget ini virus menjadi ‘global pandemi’ Jadi dibawa santai aja. Kuncinya: jangan kemproh dan jorok,” tegasnya.

Ia kembali mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan diri dan sanitasi lingkungan, serta menghindari tempat-tempat yang berisiko menjadi sumber penularan virus tersebut.