Jakarta, GPriority.co.id – Banyak orang menganggap kopi sebagai minuman penambah energi saat tubuh terasa lelah. Karena itu, kopi kerap menjadi andalan para pekerja, baik di perkantoran maupun di lapangan.
Praktisi Kesehatan Masyarakat sekaligus Kepala Seksi Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD Tamansari, dr. Ngabila Salama mengatakan kafein memang dapat membantu meningkatkan kewaspadaan dan konsentrasi untuk sementara waktu. Namun, menurutnya, kafein tidak menghilangkan rasa lelah, melainkan hanya “menunda rasa lelah”.
“Kafein memang dapat membantu meningkatkan kewaspadaan dan konsentrasi sementara karena merangsang sistem saraf pusat. Namun, kafein bukan menghilangkan kelelahan, melainkan ‘menunda rasa lelah’, kata dr. Ngabila kepada GPriority, Jumat (8/5).
Ia menjelaskan, konsumsi kopi secara berlebihan, terutama pada sore atau malam hari, dapat menimbulkan sejumlah efek samping, seperti jantung berdebar, rasa cemas, gangguan lambung, hingga menurunnya kualitas tidur.
“Jika dikonsumsi berlebihan, terutama sore atau malam hari, dapat menyebabkan jantung berdebar, cemas, gangguan lambung, dan kualitas tidur menurun,” tuturnya.
Meski demikian, dr. Ngabila menegaskan bahwa kopi tetap boleh dikonsumsi selama tidak berlebihan dan tetap diimbangi pola hidup sehat.
“Jadi kopi boleh dikonsumsi secukupnya, tetapi tetap harus diimbangi istirahat yang cukup dan hidrasi yang baik,” ucap dia.
Lebih lanjut, ia juga menjelaskan pentingnya menjaga pola makan saat tubuh sedang lelah. Menurutnya, tubuh tetap membutuhkan energi dan nutrisi meski sedang tidak nafsu makan.
Ia menyarankan untuk memilih makanan dalam porsi kecil tetapi bergizi dan mudah dikonsumsi, seperti buah, telur, sup, yogurt, kacang-kacangan, atau makanan tinggi protein dan serat.
“Hindari terlalu banyak makanan tinggi gula karena dapat membuat energi cepat turun kembali. Jangan lupa cukup minum air putih karena dehidrasi juga dapat memperberat rasa lelah,” pungkas dr. Ngabila.
