Gray Divorce: Fenomena Bercerai Di Usia Senja, Apa Penyebab Terbesarnya?

Gray Divorce: Fenomena Bercerai Di Usia Senja, Apa Penyebab Terbesarnya? Gray Divorce: Fenomena Bercerai Di Usia Senja, Apa Penyebab Terbesarnya?

Jakarta, GPriority.co.id – Belakangan ini fenomena bercerai di usia senja atau di atas 50 tahun, sedang ramai terjadi.

Fenomena bercerai di usia senja ini juga biasa dikenal dengan istilah Gray Divorce.

Di Amerika Serikat, fenomena Gray Divorce telah lama menjadi sorotan. Hampir 1 dari 3 pasangan berusia 50 tahun lebih memutuskan untuk bercerai.

Bahkan fenomena Gray Divorce ini dialami oleh mereka yang berasal dari kalangan artis hollywood maupun eksekutif.

Bill Gates dan Melinda French, Hugh Jackman dan Debora-Lee Jackman, hingga Jeff Bezos dan MacKenzie Scott, ketiganya memiliki kisah percintaan yang sama, dimana mereka bercerai pada usia senja.

Begitupun dengan di Indonesia. Sebut saja pasangan Lydia Kandao dan Jamal Mirdad atau Dewi Yull dan Ray Sahetapy.

Berdasarkan sebuah laporan di tahun 2021 dari Biro Sensus AS, menemukan fakta bahwa semakin banyak pasangan yang berusia di atas 65 tahun bercerai, setelah menikah selama bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun.

Jika pasangan lebih muda bercerai karena perbedaan prinsip atau hal mainstream lainnya seperti perselingkuhan atau masalah ekonomi, lalu apa penyebab terbesar pasangan usia senja masuk dalam lingkaran gray divorce?

Menurut sebuah survei, pasangan gray divorce memilih cerai karena berselisih soal rencana pensiun dan tabungan pensiun mereka.

Faktor Lain Penyebab Gray Divorce

Dikutip dari laman verywellmind, ada beberapa penyebab terjadinya gray divorce.

Pertama, pasangan usia senja merasa kehilangan kedekatan dan koneksi usai ditinggal anak-anaknya yang sudah menikah.

Bagi banyak pasangan, anak-anak dapat menjadi satu alasan suami-istri tetap mempertahankan rumah tangganya.  

Ketika anak-anak sudah dewasa dan memiliki keluarga sendiri, maka pasangan usia senja akan kehilangan perannya sebagai orang tua, hingga kemungkinan besar merasa kesepian dan bosan terhadap suasana yang sama setiap harinya.

Penyebab kedua, yaitu masalah keuangan. Masalah ini menjadi hal yang sangat sensitif. Ditemukan banyak pasangan gray divorce yang menyembunyikan keuangan hingga utang atau tagihan dari pasangannya.

Lambat laun, hal ini akan menjadi bom waktu hingga menjadi penyebab terbesar kedua pasangan usia senja memutuskan untuk bercerai.

Ketiga, yaitu karena adanya perselingkuhan. Tidak dapat dipungkiri, perselingkuhan memang tidak mengenal usia. Terlebih bagi mereka yang merasa memiliki ekonomi lebih.

Begitupun dengan masalah kesehatan yang menjadi faktor penyebab gray divorce.

Menurut sebuah penelitian, risiko perceraian lebih tinggi jika istri mengidap penyakit kronis, sedangkan pria yang menjadi cacat atau sakit tidak menghadapi tingkat risiko yang sama.

Cara Terhindar Dari Gray Divorce

Penting untuk diketahui, cara terbaik untuk menghindari perceraian di usia lanjut atau gray divorce, adalah dengan menjaga hubungan sejak dini. 

Selain itu, hal lain yang dapat dilakukan dengan pasangan adalah menurunkan ego masing-masing, mendengarkan pasangan, tidak membandingkan dengan pasangan lain, menjadi teman bagi pasangan, membangun rasa percaya, serta mau berkompromi.

Selain itu, belajarlah untuk saling memaafkan, memberi ruang untuk pasangan dengan disertai menyusun tujuan rumah tangga anda dalam jangka panjang.

Paling terpenting juga, menghormati perubahan yang ada pada pasangan anda.

Foto : Ilustrasi/Getty Images