Jakarta, GPriority.co.id – Setiap orang berandai-andai untuk memiliki pasangan yang dapat meningkatkan kualitas diri.
Oleh karenanya, banyak orang kemudian mencari pasangan dengan menilai dari bibit, bobot, maupun bebetnya.
Namun tahukah anda, menurut penelitian baru dari Personality and Social Psychology Bulletin, mengungkapkan jika kebiasaan “buruk” yang dilakukan bersama dengan pasangan, seperti merokok atau tidak banyak bergerak, dapat meningkatkan kedekatan emosional dalam sebuah hubungan.
Selain itu beberapa analisis menunjukkan bahwa pasangan yang merokok atau sering bersantai bersama, dilaporkan lebih intim secara emosional.
Hal tersebut menunjukkan bahwa kebiasaan negatif tertentu dapat memperkuat ikatan emosional jangka pendek, bersama pasangan.
Tetapi perlu diingat, bahwa kebiasaan buruk tersebut dapat memunculkan dilema tentang dampaknya pada kesehatan jangka panjang dan kualitas hubungan.

Penelitian tersebut juga menekankan pentingnya memahami peran hubungan dalam membentuk perilaku.
Terlebih ketika anda dan pasangan ingin mencapai tujuan kesehatan atau melakukan perubahan gaya hidup yang lebih sehat.
Tercipta Sinkronitas Kebiasaan
Menurut Dr. Jenna Harris, peneliti dari studi tersebut, kebiasaan buruk yang sering dilakukan bersama pasangan, dapat menciptakan sinkronitas kebiasaan.
Dalam kata lain, ketika pasangan melakukan kebiasaan yang sama, maka dapat tercipta rasa persatuan dan pengertian satu sama lain.
Saat pasangan saling terlibat, mereka berbagi pengalaman pribadi dan menyenangkan, yang dapat membuat hubungan terasa lebih intim.

Namun Jenna menekankan, melakukan kebiasaan buruk bersama pasangan juga dapat menciptakan konvergensi kebiasaan.
Konvergensi kebiasaan terjadi ketika pasangan saling memperkuat kebiasaan buruk masing-masing.
Namun uniknya dari penelitian tersebut, Jenna juga mengungkap jika pasangan yang memiliki kebiasaan baik bersama-sama, justru tidak menikmati kesenangan seperti pasangan yang memiliki kebiasaan buruk.
Kendati demikian, Jenna menambahkan bahwa yang terpenting dalam menjalani hubungan adalah soal keseimbangan.
Perlu digarisbawahi, suatu hubungan perlu dibangun dengan kebiasaan yang menyenangkan untuk menciptakan ikatan emosional.
Selain itu, waktu berkualitas yang dihabiskan bersama pasangan juga dapat menciptakan ikatan emosional yang lebih kuat bersama pasangan anda.
Foto : Ilustrasi/iStock
