Jakarta, GPriority.co.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) turut merayakan Hari NTD Sedunia 2025, yang jatuh pada hari Kamis (30/1).
Di tahun ini, tema nasional Hari NTD Sedunia 2025 adalah “Bersatu dan Beraksi, Wujudkan Bebas Penyakit Tropis Terabaikan”.
Sedangkan secara global, Hari NTD Sedunia 2025 mengangkat tema “Unite, Act, and Eliminate NTDs.”
Bagi Kemenkes RI, Hari NTD Sedunia 2025 diperingati setiap tahunnya sebagai komitmen untuk mengakhiri NTDs.
Lalu, apa itu NTD?
Dilansir dari laman resminya, NTD atau penyakit tropis terabaikan (NTD) merupakan sekelompok penyakit yang dapat dicegah atau diobati yang menyerang lebih dari 1 miliar orang di seluruh dunia.
Penyakit ini diabaikan karena berdampak pada orang-orang yang paling terabaikan dan paling sulit dijangkau di dunia.
Namun, saat ini, berkat kepemimpinan negara-negara yang terdampak, dan dedikasi para donor dan mitra kesehatan global, dunia membuat kemajuan luar biasa dalam memberantas penyakit ini.
Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, dunia dapat mewujudkan dunia yang bebas dari NTD.
Hingga saat ini, dilaporkan jika sebanyak 54 negara di dunia telah menghilangkan setidaknya satu NTD, menurut laporan pada akhir 2024.
Sedangkan 690 juta orang memerlukan lebih sedikit penanganan terhadap NTD pada tahun 2023, jika dibandingkan pada 2010 silam.
Dalam memerangi NTD dalam jangka waktu 2011-2024, 30 miliar perawatan telah disumbangkan oleh mitra farmasi di seluruh dunia.
Mengenal NTD Lebih Dalam

NTD adalah penyakit yang sangat berbahaya yang diperkirakan menyerang 1 miliar orang di seluruh dunia.
Penyakit ini merusak, melumpuhkan, dan dapat berakibat fatal, serta menyebabkan penderitaan yang luar biasa.
Dengan paling sering menyerang komunitas yang paling terisolasi dan terpinggirkan di dunia, NTD melanggengkan kemiskinan, membuat orang dewasa kehilangan pekerjaan dan anak-anak kehilangan sekolah.
Namun, kemajuan itu mungkin dan dapat dicapai. NTD dapat dicegah dan diobati, dan ada ekosistem mitra yang kaya di seluruh dunia yang bekerja sama untuk mengatasinya.
Bersama-sama, kolaborasi merupakan salah satu yang terbaik dan terlama dalam kesehatan global.
Hari NTD Sedunia pertama kali diperjuangkan oleh Uni Emirat Arab (UEA), di bawah kepemimpinan Yang Mulia Presiden Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan.
Hari tersebut kini menjadi katalisator untuk mengubah kesadaran menjadi tindakan, menggalang komitmen baru, dan merayakan kolaborasi antara negara-negara dan mitra kesehatan global yang terus mendorong kemajuan hingga saat ini.
Sejak diluncurkan pada tahun 2020, ratusan mitra telah bersatu untuk memperingati Hari NTD Sedunia dan menuntut tindakan global untuk #BeatNTDs.
Foto : YouTube/Kemenkes RI
