Jakarta, GPriority.co.id – Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menggandeng Asosiasi Pegiat Industri Board Gim Indonesia (APIBGI) untuk melesatrikan budaya permainan tradisional seperti board game di Indonesia.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Wamenekraf) Irene Umar, menekankan bahwa board game bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga bisa menjadi sarana edukasi yang menarik bagi anak-anak maupun orang dewasa.
“Board game ini bisa menjadi media yang asyik untuk memberi edukasi kepada anak-anak dan orang dewasa. Misalnya saja edukasi tentang sejarah, edukasi memperkenalkan tokoh-tokoh pewayangan, atau bisa juga sebagai media edukasi di museum-museum, dan tempat wisata yang ada di Indonesia,” kata Irene dikutip laman resmi Kemenekraf, Rabu (26/2).
Irene mengajak APIBGI untuk berkolaborasi dengan subsektor ekonomi kreatif agar board game tidak hanya lestari sebagai budaya, tetapi juga menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru.
“Saat ini Jakarta memiliki potensi besar untuk bisa mendirikan spot-spot board game. Selain itu, board game bisa menjadi media promosi bagi IP-IP lokal yang ada di Indonesia hingga mengedukasi banyak hal dan bisa berjalan melalui kolaborasi-kolaborasi yang berkelanjutan,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua APIBGI, Mahawira Singh Dillon, mengungkapkan bahwa industri board game di Indonesia semakin berkembang, bahkan merambah ke sektor kuliner melalui konsep kafe yang menyediakan permainan board game.
“Saat pandemi kemarin board game sempat hampir mati, karena banyak cafe-cafe yang menyediakan fasilitas itu harus tutup. Tetapi, justru cukup banyak orang yang membeli gim papan ini secara online sehingga mereka bisa memainkannya di dalam rumah. Jadi memang potensi board game ini sangat besar karena sekarang cafe-cafe dengan konsep penyedia board game sudah kembali menjamur,” kata Mahawira.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua APIBGI, Galih Aristo mengatakan keterlibatan Kemenekraf/Bekraf membuka peluang besar bagi industri board game untuk berkembang lebih luas.
Menurutnya, board game punya dampak positif bukan hanya untuk anak-anak tetapi juga orang dewasa. Dari kultur bermain dan kolaborasi yang tercipta nantinya.
“Kita berharap bisa mengangkat industri board game yang didalamnya terdapat desainer board game, penggiat board game, distributor, dan toko board game. Semoga suatu saat Indonesia bisa mencetak permainan gim papan dengan kualitas yang oke,” ucapnya.
Foto: Dok.Kemenekref
