Jakarta, GPriority.co.id – Jepang dikenal sebagai negara dengan budaya kerja keras dan disiplin yang tinggi. Kendati demikian, ada sebuah fenomena unik yaitu Jouhatsu, yang terjadi setiap tahunnya.
Fenomena Jouhatsu dilakukan orang Jepang dengan memilih menghilang dari kehidupan sebelumnya. Mereka akan meninggalkan rumah, pekerjaan, hingga keluarga tanpa jejak. Pada intinya, mereka tidak ingin ditemukan.
Alasan orang-orang Jepang memilih menghilang, yaitu karena masalah yang mereka hadapi seperti tekanan finansial, masalah pekerjaan, stigma sosial, serta masalah-masalah lainnya.
Terlebih di Jepang, muncul stigma jika kegagalan akan menjadi beban mental yang berat bahkan dapat membuat malu. Oleh karenanya, mereka yang melakukan Jouhatsu akan menghilang untuk melarikan diri dari kewajiban dan tanggung jawab mereka.
Mereka akan memulai kehidupan baru yang untungnya dianggap legal oleh polisi disana. Namun dengan satu catatan, mereka tidak berbuat kriminalitas.
80 Ribu Orang Jepang Hilang di Tahun 2021
Menurut laporan, sebanyak 80 ribu orang dinyatakan hilang pada tahun 2021 lalu. Namun di tahun 2022 jumlahnya meningkat menjadi 84 ribu orang. Bahkan hingga saat ini fenomena Jouhatsu terus meningkat, dengan angka orang hilang yang juga semakin bertambah.
Salah satu orang Jepang yang pernah menghilang dan memulai kehidupan baru yaitu Masashi Tanaka. Ia masuk penjara usai dituduh menggunakan narkoba. Ibunya pun menganggap Tanaka tak pernah ada.
Tanaka lalu menghilang pergi ke daerah Kamagasaki dan tinggal seorang diri. Satu hal yang menarik, orang-orang Jepang yang menghilang tak melakukannya secara sendiri.
Bahkan ada sebuah perusahaan yang menyediakan layanan untuk menghilang. Mereka akan membantu mengurus akomodasi hingga nantinya mendapat identitas baru.
Foto : Ilustrasi/iStock
