Jakarta, GPriority.co.id – Pemerintah kini tengah fokus mengembangkan sektor perkebunan rakyat seperti kopi, coklat, kelapa hingga lada. Fokus ini menjadi perhatian usai stok pangan RI aman dengan total stok 37 ton beras.
“Kita punya stok (beras) sekarang 37 juta. Kita sekarang untuk mengembangkan fokus perkebunan rakyat seperti kopi, coklat, kelapa, cengkih, lada,” kata Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan (Zulhas) di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta pada Kamis (15/5).
Zulhas menilai, potensi ini karena harganya sekarang lagi bagus. “Agar produktivitasnya naik. Paling tidak bibitnya yang bagus ya,” tuturnya.
Kendati demikian, Zulhas menyoroti pengelolaan terutama perkebunan kopi masih terdapat kelemahan. Hal ini dikarenakan petani di Indonesia masih kurang peka terhadap perkebunan miliknya dan lebih mementingkan kepentingan pribadi.
“Nah kalau petani Vietnam lain, itu kalau butuh uang banyak, uangnya itu dikembalikan ke kebunnya. Agar lebih bagus. Pengolahannya lebih bagus, penatannya lebih bagus.”
“Kalau kita kan masih kalau punya uang banyak, tidak ke kebun duitnya. Beli rumah, beli motor, beli mobil. Lainnya kebunnya lama-lama produknnya turun,” tuturnya.
Lebih lanjut, Zulhas mendorong agar fokus ini juga menjadi perhatian semua pihak mulai dari pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota.
“Sama-sama kita untuk mendukung petani kita saatnya sekarang. Yang selama ini perkebunan rakyat ini kan ketinggalan. Kalau saya mau perkebunan-perkebunan besar, ini harus menjadi perhatian kita,” ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, Zulhas menyebut Indonesia kini menjadi negara produsen terbesar ke-4 di dunia. Capaian ini menjadi catatan penting atas kiprah dan kualitas kopi Indonesia di mata dunia.
“Kopi bukan hanya komoditas, tapi bagian dari denyut kehidupan masyarakat kita di setiap sudut negeri Dari pegunungan Gayo hingga lereng Toraja,” kata dia.
Adapun kontribusi Indonesia sebesar 6,6 persen terhadap produksi Kopi dunia. Menurut data Kementerian Pertanian Luas pangan kopi Indonesia mencapai 1,25 juta hektare.
“Sebetulnya kita tidak kalah dengan Vietnam, tetapi produktifitas kita Rata-rata di bawah satu ton per hektare ini ya saya kira yang perlu menjadi perhatian terutama teman-teman BUMN,” ujarnya.
Foto: GPriority/Dimas A Putra
