Harga Minyak Dunia Terancam Naik Usai Perang Iran-Israel, Pernyataan Bahlil Disorot

Harga Minyak Dunia Terancam Naik Usai Perang Iran-Israel, Pernyataan Bahlil Disorot Harga Minyak Dunia Terancam Naik Usai Perang Iran-Israel, Pernyataan Bahlil Disorot

Jakarta, GPriority.co.id – Harga minyak dunia terancam naik usai perang Iran-Israel yang telah berlangsung hampir 2 pekan lamanya. Kini, masyarakat Indonesia menyorot pernyataan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang menanggapi hal tersebut.

Bahlil menekankan pentingnya berdoa dan upaya dari pihak internal untuk mengantisipasi kenaikan harga minyak dunia. Bahlil juga berpendapat, di tengah situasi global yang tidak menentu, setiap negara akan lebih fokus pada kepentingannya masing-masing.

“Saya katakan, berdoa saja. Doa dan ikhtiar kita secara internal yang bisa menyelamatkan,” ujarnya.

Sebagai informasi, kini harga minyak dunia berada di angka USD 67 per barel. Angka ini lebih rendah dibandingkan asumsi APBN yang sebesar USD 82. Menurut Bahlil, besaran tersebut masih dinilai untung untuk keuangan negara.

Kendati demikian, Bahlil turut menyoroti situasi konflik di Timur Tengah yang masih dinamis juga sulit diprediksi. Bahlil pun merasa khawatir akan kemungkinan pecahnya Perang Dunia III, hingga memicu kenaikan harga minyak.

Kini, ia terus memantau perkembangan global dan menyesuaikan kebijakan ekonomi, dengan melihat kondisi terbaru. Apabila nantinya harga minyak dunia melebihi angka USD 82 per barel, pemerintah Indonesia akan kembali melakukan perhitungan terkait asumsi APBN.

Sebelumnya, Iran berencana menutup Selat Hormuz yang merupakan salah satu jalur minyak terpenting di dunia. Menurut laporan, sekitar 18 hingga 19 juta barel, melewati selat ini setiap harinya.

Menutup Selat Hormuz dapat menyebabkan terganggunya distribusi minyak mentah, karena sekitar 20 persen pengiriman minyak dunia melewati selat ini.

Ancaman dari Iran kemudian menimbulkan kekhawatiran dunia akan meningkatnya ketagangan di kawasan tersebut, termasuk juga berkaitan dengan pasokan energi global.

Foto : Dok. Partai Golkar