Olahraga Bersepeda Mulai Ditinggalkan, Harga Sepeda Brompton Anjlok

Olahraga Bersepeda. Foto: istimewa Olahraga Bersepeda. Foto: istimewa

Jakarta, GPriority.co.id – Seiring dengan berkembangnya olahraga lari saat ini, olahraga bersepeda kini mulai ditinggalkan. Padahal, dulu olahraga ini menjadi salah satu olahraga yang dianggap mahal.

Tak sedikit yang rela menggelontorkan uang hingga puluhan bahkan ratusan juta, untuk memiliki sepeda impian salah satunya Sepeda Brompton.

Sepeda Brompton sempat menjadi simbol dari gaya hidup premium, bahkan menjadi incaran dari para penggemar sepeda lipat. Sempat berada di angka puluhan hingga ratusan juta, kini harga Sepeda Brompton mengalami penurunan drastis.

Saat masa pandemi 2019/2020 lalu, permintaan akan merk sepeda ini sangat banyak, namun stoknya terbatas. Sayangnya, pada 2025 ini pasar sepeda justru berubah total.

Menurut Ketua Asosiasi Pengusaha Sepeda Indonesia (Apsindo), Eko Wibowo, kini banyak pedagang Sepeda Brompton yang kesulitan menjual unitnya. Dari harga Rp50-70 juta, kita sepeda tersebut dijual dengan rentang harga Rp30-35 juta dan ada juga yang di bawah Rp20 juta.

Selain banyak orang beralih ke moda transportasi dan olahraga lain, pedagang Sepeda merk Brompton juga mengeluhkan adanya penjual perorangan yang menawarkan Brompton lewat jalur tidak resmi. Misalnya saja impor paralel, dengan harga jauh lebih rendah.

Kini, tak sedikit pula pemilik Sepeda mahal itu yang akhirnya menjual kembali, usai tren bersepeda mulai ditinggalkan.

Kendati demikian, bagi mereka yang tertarik membeli Sepeda Brompton, saat ini dapat terwujud dengan harga yang lebih terjangkau. Utamanya bagi mereka yang senang dengan sepeda lipat berkualitas tinggi.

Namun penurunan harga ini menjadi tantangan bagi para penjual sepeda karena persaingan semakin ketat, saat stok sepeda mereka banyak yang menumpuk.

Foto : Ilustrasi/Dok. Rouleur