Gemar Bersepeda 100 Kilometer Setiap Hari, Pria India Ini Alami Kematian Mendadak

Jakarta, GPriority.co.id – Seorang pria asal India, Anil Kadsur, terkenal karena kegemarannya dalam bersepeda. Ia bahkan terbiasa bersepeda sejauh 100 kilometer setiap hari. Pria berusia 45 tahun dari Bengaluru ini telah melakukan hobi ekstrim tersebut selama lebih dari 1.000 hari, hingga alami kematian mendadak.

Kematian mendadak yang dialami Kadsur akibat serangan jantung pada 2 Februari lalu, memicu diskusi tentang aktivitas fisik yang intens dan potensi dampaknya terhadap kesehatan. Kecintaan Kadsur terhadap bersepeda dan komitmennya terhadap kebugaran, menjadikannya sebagai sosok yang dihormati dalam komunitas bersepeda.

Dedikasinya menginspirasi banyak orang untuk menerapkan gaya hidup yang lebih sehat, namun kematian tragisnya juga menimbulkan pertanyaan tentang risiko yang terkait dengan olahraga ekstrim.

Anil Kadsur, juga dikenal sebagai Cycle Yogi atau Cycle Guru, mendadak terkenal pada bulan Agustus lalu ketika ia memulai tantangan bersepeda 100 kilometer setiap hari selama sembilan hari berturut-turut.

Pada awalnya, ia menganggap hal tersebut sebagai tantangan. Namun Kadsur akhirnya menjadikan hal tersebut sebagai sebuah kebiasaan hingga melakukannya dalam jangka waktu lebih dari tiga setengah tahun.

Meski menghadapi tantangan seperti pembatasan yang diberlakukan akibat lockdown di Bengaluru, Kadsur tetap teguh pada komitmennya untuk bersepeda. Dedikasinya tidak hanya menunjukkan ketangguhannya, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang.

Hingga berita kematiannya yang tiba-tiba dan tragis, telah membuat para pengagumnya sangat terkejut dan sedih. Meskipun olahraga ringan menawarkan banyak manfaat kesehatan, melebihi ambang batas tertentu dapat menimbulkan efek buruk dan meningkatkan risiko kematian.

Berdasarkan penuturan para ahli, pola bersepeda 100 kilometer yang dilakukan Kadsur tanpa hari istirahat, mungkin telah melampaui batas latihan optimal, sehingga menyebabkan peningkatan ketegangan pada jantung dan tubuhnya.

“Penting untuk dicatat bahwa meskipun olahraga ringan bermanfaat, olahraga berlebihan dapat berdampak buruk. dampaknya terhadap kesehatan. Selain itu, tidak adanya hari pemulihan dapat memperburuk risiko yang terkait dengan olahraga berlebihan,” ujar seorang Dr. Talma Heeran, seorang Konsultan Kardiolog.

Foto : Kerala Kaumudi