Jakarta, GPriority.co.id – Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon mengungkapkan buku Sejarah Indonesia edisi terbaru siap diluncurkan pada Oktober 2025.
Fadli Zon mengungkapkan, penulisan ulang buku tersebut telah rampung, namun proses peluncuran tertunda akibat editing yang memakan waktu dan penambahan masukan dari berbagai pihak.
“Penulisannya sudah selesai tapi peluncurannya nanti kita harapkan Oktober,” ujar Fadli dikutip, Jumat (15/8).
Proses pembaruan buku ini melibatkan 113 penulis, 20 editor jilid, dan tiga editor umum yang terdiri dari sejarawan serta akademisi bidang arkeologi, geografi, sejarah, dan ilmu humaniora. Pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp9 miliar untuk proyek ini.
Fadli menjelaskan, naskah buku telah melalui serangkaian diskusi publik di berbagai daerah, termasuk Universitas Indonesia, Universitas Lambung Mangkurat (Banjarmasin), Universitas Padang, dan Universitas Hasanuddin (Makassar).
Ke depan, akan diadakan diskusi kelompok dengan pemerhati sejarah di luar tim penulis maupun editor, serta public expose sebelum resmi diluncurkan.
Buku ini disusun dengan pendekatan Indonesia sentris, mengedepankan perspektif sejarah dari sudut pandang bangsa Indonesia—mulai dari periode awal, masa penjajahan, perang kemerdekaan, era reformasi, hingga era pemilu.
“Kalau perspektif Belanda, mereka melihat tidak ada penjajahan di Indonesia. Kita ingin sejarah ini ditulis inklusif dari perspektif kita sendiri,” tegas Fadli.
