Stop BAB Sembarangan, Dokter Ingatkan Dampak Akut hingga Kronis

Ilustrasi orang sakit perut/Foto : Dok Pinterest

Jakarta, GPriority.co.id – Praktisi Kesehatan Masyarakat sekaligus Kepala Seksi Pelayanan Medik & Keperawatan RSUD Tamansari, dr Ngabila Salama, mengingatkan masyarakat untuk menghentikan kebiasaan buang air besar (BAB) dan buang air kecil sembarangan. 

Sebab, menurut dia, kebiasaan tersebut tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga memicu berbagai penyakit berbahaya.

Ia menegaskan, setiap rumah harus memenuhi standar rumah sehat dan jamban sehat. 

“Kita harus memastikan adanya jamban sehat dan juga rumah sehat, di mana jamban sehat itu jarak septic tank dan juga sumber air bersih minimal 10 meter, dan dasar dari septic tank dengan air bersih, sumber air bersih itu minimal 1,5 meter di atas air bersih agar mencegah terjadi rem besar,” kata dr Ngabila di Jakarta, Jumat (15/8).

Dia menuturkan, dampak kesehatan akibat BAB sembarangan bisa bersifat akut maupun kronis. 

Secara akut, tambah dr Ngabila, risiko yang paling sering muncul adalah diare akibat bakteri Escherichia coli yang terdapat dalam tinja manusia, serta infeksi parasit, cacing, polio, hepatitis A, dan penyakit lain.

“Dalam jangka panjang, anak-anak yang sering mengalami diare kronis berisiko mengalami stunting karena terganggunya penyerapan nutrisi. Hal ini dapat menyebabkan gizi kurang, gizi buruk, bahkan hambatan pertumbuhan,” ujarnya.

Lebih jauh, dr Ngabila juga mengingatkan bahwa pencemaran lingkungan akibat BAB sembarangan dapat memengaruhi kualitas pangan, sumber air, dan udara. 

Dia menambahkan, air yang terkontaminasi tinja meningkatkan risiko penyakit kulit, infeksi mata, hingga kematian akibat komplikasi penyakit.

“Jadi kita harus pastikan air bersih untuk mandi, mencuci, memasak, dan juga air minum yang dikonsumsi sehari-hari itu bebas dari pencemaran tinja. Stop buang air besar sembarangan,” tuturnya.

Pewarta : Fifi Abdurahman