Jakarta, GPriority.co.id – Menkomdigi (Menteri Komunikasi dan Digital) Meutya Hafid, meminta perusahaan pengembang game Roblox untuk membuka kantor di Indonesia.
“Baru saja kita menerima Roblox yang datang langsung dari perwakilan Asia Pasifik. Yang paling utama sudah kita sampaikan, sesuai aturan, harus ada kantor perwakilan di Indonesia,” tegas Meutya belum lama ini.
Permintaan tersebut disampaikan Meutya usai Kemkomdigi (Kementerian Komunikasi dan Digital) menerima aduan dari sejumlah pihak, salah satunya Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), dan meminta Roblox untuk segera diblokir. Pasalnya, ditemukan dugaan kasus grooming dan pelecehan.
Meutya mengatakan, kehadiran kantor pewakilan Roblox di Indonesia sangatlah penting agar perusahaan asal AS tersebut dapat lebih patuh dan mengikuti regulasi yang ada. Terlebih berkaitan dengan perlindungan anak Indonesia.
Menteri yang pernah bekerja sebagai jurnalis tersebut juga menegaskan jika pemerintah saat ini masih dalam tahap memantau, serta belum memutuskan apakah Roblox perlu diblokir atau hanya menetapkan kebijakan pembatasan usia secara lebih ketat.
Kemkomdigi juga meminta Roblox untuk memastikan anak-anak terlindung dari konten dan interaksi yang membahayakan selama mereka bermain gim Roblox. Meutya meminta pihak Roblox membatasi akses komunikasi antar pengguna anak, menyaring konten user-generated yang vulgar, serta memperjelas fitur kontrol orang tua (parental control).
Meutya berharap pihak Roblox dapat melakukan perbaikan secara menyeluruh dalam waktu 1-2 bulan ke depan untuk layanan di Indonesia.
Bukan hanya di Indonesia, Roblox sebenarnya juga telah dikecam di seluruh dunia. Banyak yang menyerukan petisi pemecatan David Baszucki, yang merupakan CEO Roblox. Banyak masyrakat menilai jika David kurang tanggap bertindak melawan predator anak dan juga membiarkan konten-konten berbahaya tersebar di gim Roblox.
