Sri Mulyani Diisukan Mundur Usai Rumahnya Dijarah, Menko Airlangga Buka Suara

Menkeu Sri Mulyani bersama Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto/Foto : Dok. Tangkapan Layar Instagram @smindrawati Menkeu Sri Mulyani bersama Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto/Foto : Dok. Tangkapan Layar Instagram @smindrawati

Jakarta, GPriority.co.id – Publik diramaikan dengan isu Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani yang mundur usai rumahnya dijarah masa belum lama ini.

Menyoroti isu tersebut, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pun buka suara. Airlangga membantah kabar tersebut. Bahkan ia mengatakan jika Sri Mulyani juga hadir pada rapat kabinet bersama Presiden Prabowo, Minggu (31/8) lalu, walaupun tak memberi paparan apapun.

Secara tegas Airlangga mengatakan jika isu mundurnya Sri Mulyani dari kabinet adalah hoax, dan hanya spekulasi yang muncul dari publik di tengah kondisi Indonesia saat ini. Sebenarnya, isu mundurnya Sri Mulyani bukan hanya kali ini. Narasi serupa sempat beredar dan mengatakan jika Sri telah memberikan surat pengunduran diri bahkan dipanggil langsung oleh Presiden Prabowo ke Hambalang.

Sebagai informasi, rumah Menkeu Sri Mulyani dijarah massa pada Minggu (31/8) dini hari dan terjadi dalam dua gelombang, pertama sekitar pukul 01.00 WIB dan berlanjut pada pukul 03.00 WIB.

Usai rumahnya dijarah, melalui postingan Instagram di akun pribadinya, Sri pun membuka suara. Ia menyadari jika membangun Indonesia bukanlah hal yang mudah dan harus melewati sebuah perjuangan panjang. Ia pun menegaskan jika kebijakan-kebijakan kontroversi yang dikeluarkannya selama ini bukanlah keputusan ia pribadi, melainkan hasil keputusan dari beberapa pihak. Termasuk tugasnya sebagai pejabat negara yang telah disumpah menjalankan UUD 1945 dan semua Undang-Undang.

“Ini bukan ranah atau selera pribadi. UU disusun melibatkan pemerintah, DPR, DPD, dan Partisipasi Masyarakat secara terbuka dan transparan. Apabila publik tidak puas dan hak konstitusi dilanggar UU, dapat dilakukan judicial review (sangat banyak) ke Mahkamah Konstitusi,” tambahnya.

Sebagai pemerintah, ia juga menjelaskan jika tugasnya sangat kompleks. Oleh karenanya, Sri juga berterima kasih kepada seluruh masyarakat yang terus menerus menyampaikan masukan, kritikan, serta sindiran, makian, juga nasihat, dan menekankan akan terus berbenah diri untuk membangun Indonesia.

Tak lupa, Sri juga mengajak masyarakat Indonesia untuk sama-sama menjaga dan membangun bangsa bersama dengan tidak merusak fasilitas umum, salah satunya.

“Mari kita jaga dan bangun Indonesia bersama, tidak dengan merusak, membakar, menjarah, memfitnah, pecah belah, kebencian, kesombongan, dan melukai, dan mengkhianati perasaan publik,” ungkapnya.