Pekerja Pelabuhan Genoa Siap Blokir Pengiriman ke Israel jika Armada Global Sumud Flotila Diganggu

Genoa, Gpriority.co.id – Para pekerja pelabuhan di Genoa mengancam akan menghentikan pengiriman yang menuju Israel jika Armada Global Sumud Flotila untuk Gaza, yang saat ini berlayar membawa bantuan kemanusiaan, dihalangi. Tercatat sebanyak 13.000 hingga 14.000 kontainer meninggalkan pelabuhan Genoa setiap tahun menuju Israel.

Seperti diketahui, armada Global Sumud Flotila telah diberangkatkan sejak 31 Agustus lalu dari pelabuhan seluruh dunia menuju Gaza. Salah satu pelabuhan di Eropa yang memberangkatkan armada Global Sumud Flotila ialah Barcelona dan Genoa. Mereka membawa pasokan medis dan kebutuhan pokok lainnya bagi warga Palestina di Jalur Gaza yang diblokade.

Pelepasan Armada Global Sumud Flotila di Genoa

Saat pelepasan armada di pelabuhan Genoa, seorang perwakilan serikat USB (Unione Sindacale di Base), sebuah sindikat dari berbagai serikat pekerja akar rumput di Italia dan dianggap sebagai yang terbesar, menyampaikan pidato yang dengan cepat menjadi viral. Ia memperingatkan bahwa setiap upaya untuk mengganggu misi tersebut akan memicu tindakan segera dari para pekerja pelabuhan.

Pesan itu jelas ditujukan kepada Angkatan Laut Israel yang memblokade setiap pelayaran menuju Gaza. “Jika kami kehilangan kontak dengan kapal-kapal kami, dengan rekan-rekan kami, bahkan hanya untuk dua puluh menit, kami akan memblokir seluruh Eropa—dan saya menuliskannya di sini agar saya tidak lupa,” ujarnya.

Ditegaskannya, serikat pekerja USB beserta semua pekerja pelabuhan yang hadir, dan dengan seluruh kota Genoa- 13.000 hingga 14.000 kontainer meninggalkan wilayah ini setiap tahun menuju Israel. “Tak akan ada satu paku pun yang tertancap jika mereka menyentuh Global Sumud Flotila,” tandasnya.

Sebagai informasi, setelah diberangkatkan dari seluruh dunia, armada Global Sumud Flotila diperkirakan sampai di Gaza pada 13 September 2025, lantas pada 18 September armada Global Sumud Flotila akan kembali ke negara asal masing-masing.

Global Sumud Flotilla adalah gerakan kemanusiaan internasional berupa konvoi damai yang dilakukan oleh para aktivis kemanusiaan, termasuk aktivis lingkungan Greta Thunberg. Global Sumud Flotilla didefinisikan sebagai misi maritim sipil terbesar yang pernah ada, melibatkan lebih dari 50 kapal dan delegasi dari setidaknya 44 negara di enam benua.

Dari Indonesia, perwakilan tergabung dalam Indonesia Global Peace Convoy (IGPC) dengan komitmen mengirimkan 5 kapal kemanusiaan bersama dengan negara lain. Gerakan ini berupaya menembus blokade Gaza, mengirimkan pesan persatuan dan solidaritas global serta menyalurkan dukungan nyata untuk masyarakat Palestina.

Foto : Global Sumud Flotila