Sosok Ferry Irwandi, CEO Malaka Project Diduga Lakukan Tindak Pidana oleh Dansat Siber TNI

CEO Malaka Project, Ferry Irwandi. Foto: Dimas A Putra CEO Malaka Project, Ferry Irwandi. Foto: Dimas A Putra

Jakarta, GPriority.co.id – Nama Ferry Irwandi, CEO Malaka Project, menjadi sorotan publik setelah ia disebut oleh Komandan Satuan Siber (Dansatsiber) TNI, Brigjen TNI Juinta Omboh Sembiring. Pada Senin (8/9), Juinta bersama sejumlah jenderal TNI mendatangi Polda Metro Jaya untuk berkonsultasi terkait dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh Ferry.

Meski tidak dijelaskan secara spesifik tindak pidana yang dimaksud, insiden ini membuat publik bertanya-tanya tentang sosok Ferry Irwandi.

Ferry Irwandi dikenal sebagai seorang konten kreator, selebriti internet, dan aktivis yang vokal menyuarakan isu-isu politik, pendidikan, filsafat stoikisme, dan fenomena sosial. Ia merupakan lulusan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) dan melanjutkan pendidikan magister di Central Queensland University. Setelah berkarir selama 10 tahun sebagai Pegawai Negeri Sipil di Kementerian Keuangan, Ferry mengundurkan diri pada tahun 2022 untuk fokus sepenuhnya pada karier sebagai konten kreator.

Sejak aktif di YouTube pada tahun 2010, ia telah mengkritik berbagai fenomena negatif di masyarakat. Namanya kian tenar setelah diundang dalam siniar Close The Door milik Deddy Corbuzier.

Pada tahun 2023, Ferry bersama sejumlah tokoh media sosial seperti Jerome Polin dan Coki Pardede mendirikan Malaka Project di Djakarta Theater. Inisiatif ini berfokus pada peningkatan mutu dan akses pendidikan sebagai kontribusi untuk mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045. Melalui platform ini, Ferry sering berkolaborasi dengan berbagai figur publik seperti Fathia Izzati, Cania Citta, dan Rizky Arief Dwi Prakoso.

Selain itu, Ferry juga dikenal sebagai sosok yang vokal dalam mengkritik kebijakan pemerintah dan mengedepankan transparansi. Ia pernah mengkritik influencer Katak Bhizer yang mempromosikan judi online. Belakangan, ia juga aktif mengkritik hal-hal yang memicu polemik, seperti RUU TNI dan kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo.

Pewarta: Rizqi Juned

Editor: Dimas A Putra