Jakarta, GPriority.co.id – Sebanyak 6.118 personel gabungan dari TNI, Polri dan Pemda DKI dikerahkan untuk mengawal aksi demonstrasi pengemudi ojek online (ojol) di Gedung DPR/MPR dan kawasan Monas hari ini, Rabu (17/9).
Hal itu disampaikan oleh Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro.
“Kuat pasukan pengamanan aksi unjuk rasa di wilayah Jakpus sebanyak 6.118 personel,” kata Susatyo dikutip dari Antara.
Susatyo menegaskan, bahwa para personel gabungan itu diturunkan untuk menjaga agar unjuk rasa tersebut berjalan dengan lancar.
“Pengamanan ini dilakukan untuk menjaga kelancaran penyampaian aspirasi publik,” ujarnya.
Lebih lanjut, dia meminta massa aksi untuk menyampaikan aspirasinya dengan damai dan tertib, selain itu massa dilarang membakar ban, merusak fasilitas umum, atau menutup jalan.
“Silakan menyampaikan pendapat, tetapi tetap dalam koridor hukum dan ketertiban. Kami hadir untuk memastikan semuanya berjalan dengan aman dan kondusif,” katanya.
“Petugas keamanan tidak membawa senjata api dan melayani warga yang menyampaikan pendapatnya dengan humanis serta profesional,” tambah Susatyo.
Terkait skenario pengalihan lalu lintas, Susatyo mengatakan hal itu bersifat situasional.
Namun, warga diimbau untuk menghindari kawasan DPR selama aksi berlangsung dan disarankan menggunakan jalur alternatif.
“Kami memohon pengertian masyarakat. Keselamatan dan kenyamanan bersama menjadi prioritas kami,” pungkas Susatyo.
Diberitakan sebelumnya, ribuan pengemudi ojol akan menggelar demonstrasi di gedung Kementerian Perhubungan, Istana Negara dan DPR/MPR RI, pada Rabu (17/9) siang.Â
Ada tujuh tuntutan yang diusung pada unjuk rasa ini. Salah satunya agar RUU Transportasi Online masuk pada Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2025-2026.
Kemudian, potongan aplikator 10 persen, regulasi tarif antarbarang dan makanan, audit investigasi potongan lima persen yang telah diambil oleh aplikator serta meminta Kapolri usut tuntas tragedi 28 Agustus 2025.
Pewarta : Fifi Abdurahman
