Jakarta, GPriority.co.id – Sekitar 2.000 pengemudi ojek online (ojol) akan menggelar aksi demonstrasi bertajuk “179 Ojol” di kawasan Jakarta Pusat, Rabu (17/9).
Aksi ini digelar bertepatan dengan peringatan Hari Perhubungan Nasional.
Unjuk rasa berlangsung di tiga titik utama, yakni Kementerian Perhubungan, Istana Negara, dan Gedung DPR RI.
Massa diperkirakan memulai aksi pada pukul 10.00 WIB.
Berikut rangkaian aksi demonstrasi ojol :
- 09.30 WIB: Massa akan memulai konvoi dari Markas Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia di Cempaka Mas.
- 10.00 WIB: Aksi terpusat akan berlangsung di kawasan Istana Merdeka dan depan kantor Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
- 12.00-13.00 WIB: Massa akan bergerak dan mengakhiri aksi di depan Gedung DPR RI.
Sebagai bentuk solidaritas, sebagian besar pengemudi ojol mematikan aplikasi mereka selama aksi berlangsung.
Adapun tujuh tuntutan yang dibawa dalam aksi “179 Ojol” hari ini adalah sebagai berikut:
1. Mendesak agar RUU Transportasi Online segera dibahas dan disahkan dalam Prolegnas 2025–2026.
2. Menetapkan potongan aplikator maksimal 10% sebagai harga mati. Saat ini, potongan masih sebesar 20%, sehingga pengemudi hanya menerima Rp16.000 dari tarif Rp20.000.
3. Mendorong adanya regulasi tarif pengantaran barang dan makanan.
4. Meminta pemerintah melakukan audit investigatif terkait potongan tambahan 5% yang diambil oleh aplikator.
5. Menuntut penghapusan sejumlah fitur di aplikasi, seperti multi order, slot, argo aceng, serta fasilitas member.
6. Menuntut pencopotan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi yang dinilai menyebabkan kemunduran dalam sektor transportasi, khususnya bagi ojol.
7. Mendesak pengusutan tuntas tragedi 28 Agustus 2025 yang merenggut nyawa Affan Kurniawan.
Pewarta : Fifi Abdurahman
