Wamenlu Anis Matta: ALIF 2025 Dekatkan Budaya Indonesia Dengan Negara OKI

Wamenlu Anis Matta (tengah), saat diwawancarai wartawan terkait ALIF 2025, didampingi aktor dan aktris senior Deddy Mizwar (kanan) dan Christine Hakim (kiri) di Djakarta Theatre XXI, Jumat (19/9)/Foto : GPriority (Nindya Farhah Azzahrah) Wamenlu Anis Matta (tengah), saat diwawancarai wartawan terkait ALIF 2025, didampingi aktor dan aktris senior Deddy Mizwar (kanan) dan Christine Hakim (kiri) di Djakarta Theatre XXI, Jumat (19/9)/Foto : GPriority (Nindya Farhah Azzahrah)

Jakarta, GPriority.co.id – Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Wamenlu RI) Anis Matta, menghadiri opening session Arts Lumiere Indonesia Festival (ALIF 2025) di Djakarta Theater XXI, Jakarta Pusat, Jumat (19/9).

ALIF 2025 merupakan festival film dari berbagai negara OKI (Organisasi Kerja Sama Islam), yang perdana dilaksanakan pada tahun ini bertajuk ‘Muslim World Movie Screening’. Agenda ini merupakan hasil inisiasi dari Kemlu RI (Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia).

Saat ditemui wartawan, Anis mengatakan jika ALIF 2025 akan berlangsung selama 3 hari, mulai Jumat, 19 September 2025 hingga Minggu, 21 September 2025 mendatang. Akan ada 45 film dari 16 negara yang ditampilkan selama agenda berlangsung.

“Ini adalah satu permulaan dari ide besar yang insya Allah kita akan wujudkan di tahun-tahun yang akan datang, yaitu bagaimana menjadikan Indonesia sebagai pusat budaya dunia Islam. Kita mulai dari festival film tahun ini,” ujar Anis.

Ia menambahkan, “Insya Allah ini akan menjadi awal dari upaya untuk mendekatkan budaya antara Indonesia dengan negara-negara Islam dan menjadi bagian dari diplomasi kebudayaan kita.”

Anis menilai, diplomasi ini diawali lewat film karena menurutnya film menjadi produk kebudayaan yang paling bisa dinikmati oleh banyak orang. Adapun film-film yang diputar pada agenda ALIF 2025 tidak bernuansa Islam secara spesifik, melainkan film-film yang diproduksi di negara-negara Islam.

“Karena pesertanya anggota OKI, jadi kita fokusnya di sini. Film-film itu mewakili budaya dari masyarakat dan karena acara ini diadakan di tengah konflik, jadi banyak film pada festival kali ini temanya tentang perdamaian,” tuturnya.

Anis berharap, ALIF 2025 dapat menjadi langkah kecil untuk memulai perjalanan panjang dan menjadikan Indonesia sebagai pusat budaya dunia Islam. Ia juga memiliki target untuk pelaksaan ALIF di tahun depan, dapat diputarkan di sebagian provinsi dan kampus di Indonesia, selain di Jakarta.

Sementara itu, aktris senior Christine Hakim yang juga hadir dalam agenda tersebut mengungkapkan rasa harunya terhadap penyelenggaraan ALIF 2025.

“Saya jujur saja sangat terharu. Saat pertama kali berdiskusi dengan Pak Anis secara singkat di IKN. Yang terpenting adalah bagaimana melalui film-film dari negara Islam ini, kita bisa menjadikan yang belum tahu menjadi tahu,” tutupnya.