Jakarta, GPriority.co.id – Gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok Tengah, mencetak sejarah baru dalam dunia balap nasional dan memberikan dampak ekonomi signifikan bagi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Ajang MotoGP yang berlangsung pada 22–26 September 2025 ini berhasil memecahkan rekor okupansi hotel, lonjakan penerbangan, hingga peningkatan omzet pelaku UMKM dan pariwisata lokal.
Menurut data Dinas Pariwisata NTB, tingkat okupansi hotel di kawasan The Mandalika mencapai 100 persen, sementara rata-rata hunian hotel di Pulau Lombok menyentuh angka 93 persen.
“Fakta ini bukan hanya kebanggaan Indonesia, tetapi juga kontribusi nyata bagi masyarakat Lombok dan NTB,” ujar Chairman MotoGP Mandalika 2025, Troy Warokka, dalam keterangan resmi, dikutip, Senin (6/10).
Lonjakan wisatawan juga mendorong peningkatan layanan transportasi udara. Berdasarkan data Angkasa Pura I, sebanyak 44 penerbangan tambahan dioperasikan menuju Lombok selama periode MotoGP. Rinciannya: Garuda Indonesia (18 penerbangan), Citilink (10), AirAsia (8), Wings Air (6), dan Pelita Air (2).
“Sektor perhotelan, transportasi darat, hingga UMKM lokal mengalami peningkatan omzet 60 persen hingga 80 persen,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata NTB, Yusron Hadi. Sekitar 7.000 kamar hotel dan homestay terisi penuh sejak H-3 ajang balap dimulai.
Selain berdampak ekonomi, MotoGP Mandalika juga memperkuat posisi NTB sebagai destinasi unggulan pariwisata nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) NTB mencatat peningkatan kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara sebesar 47 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menilai MotoGP Mandalika sebagai model keberhasilan sinergi lintas sektor dalam mendukung pariwisata berkelanjutan berbasis event internasional.
Dari sisi infrastruktur, penyelenggaraan tahun ini dinilai paling tertata. Perbaikan signifikan dilakukan oleh PT ITDC, termasuk sistem shuttle bus dari Bandara Zainuddin Abdul Madjid, tiket digital, dan e-parking untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung.
“Kami ingin setiap orang yang datang ke Mandalika bukan hanya menonton balapan, tapi juga menikmati Lombok sebagai destinasi kelas dunia,” ujar Direktur Utama ITDC, Ari Respati.
MotoGP juga menjadi ajang strategis mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya poin ke-6 (penguatan ekonomi berbasis pariwisata dan ekonomi kreatif) dan ke-8 (pemerataan pembangunan daerah).
“Event seperti MotoGP menjadi etalase Indonesia yang berkelas global. Ini adalah bentuk nyata dari pemerataan pembangunan dan penguatan ekonomi masyarakat,” ujar Menteri Pemuda dan Olahraga, Dito Ariotedjo.
Geliat ekonomi terasa hingga ke lapisan terbawah. UMKM binaan KemenkopUKM, Kemenparekraf, dan BPOM Mandalika mengalami peningkatan penjualan signifikan. Produk tenun Sasak, kopi Sembalun, hingga madu lokal menjadi buruan wisatawan.
“Omzet kami naik tiga kali lipat dibanding hari biasa,” ungkap Sari, pelaku UMKM di Desa Rembitan.
Sementara itu, InJourney mencatat kehadiran lebih dari 300 jurnalis asing dan eksposur media internasional mencapai lebih dari 1,2 miliar tayangan digital, menjadikan MotoGP sebagai ajang promosi global tanpa biaya promosi konvensional.
Lebih dari sekadar balapan, MotoGP Mandalika 2025 menegaskan transformasi NTB sebagai episentrum sport tourism nasional, dengan dampak riil terhadap ekonomi, citra internasional, dan pemberdayaan masyarakat lokal.
