Jakarta, GPriority.co.id – Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Ferry Ferdinand Bohoh menghadiri pembukaan Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta pada Jumat (10/10).
Didampingi Sekertaris DPMPTSP Kaltara, Rahman, Ia menegaskan komitmen daerahnya dalam mendukung keberlanjutan investasi hijau, terutama di sektor energi, air, dan pangan.
“Kita ini PTSP provinsi, dan juga mungkin di seluruh Indonesia, kita mengawal keberlanjutan dari misalnya apa saja yang dilaksanakan oleh pemerintah,” ujar Ferry kepada GPriority disela-sela acara.
Menurutnya, kehadiran DPMPTSP se-Indonesia dalam forum ini sangat penting sebagai bagian dari ekosistem investasi satu pintu yang mendukung agenda pembangunan berkelanjutan nasional. Ferry juga menyoroti atmosfer kegiatan yang seluruhnya mengusung konsep ramah lingkungan.
“Makanya ini kan serba hijau semua. Apa-apa semua ditampilkan dari tampilan background-nya sampai gambarnya. Tempat makan-minum semua kan tidak ada plastik. Kertas sama kayu. Jadi PTSP itu yang utamanya kita Pak, yang kita dukung,” jelasnya.
Ferry menyebut Kaltara telah memulai langkah-langkah dalam mendukung transisi energi bersih, di antaranya pembangunan PLTA di kawasan KIPI (Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional) Tanah Kuning, Mangkupadi, yang digarap oleh ADRO Energi.
“Itu kan ADRO, ADRO Energi itu mulai, jadi sudah mulai menerapkan hal itu. Sudah dalam proses konstruksi. Mungkin berapa tahun depan ya bisa produksi itu ya? 2030,” ujarnya.
Sementara itu, terkait pengelolaan sampah menjadi energi listrik, Ferry mengaku program tersebut belum diterapkan di wilayah Kaltara.
“Untuk sampah kita masih belum memenuhi, karena kuota sampahnya masih sedikit. Karena sana masih produk sedikit, belum terlalu kelihatan. Di bawah seribu ton per hari. Ya, jadi masih kecil,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Ferry berharap ajang ini dapat mendorong peningkatan investasi hijau di Kalimantan Utara dan secara global membantu memperpanjang usia planet ini.
“Harapan kita kan bukan cuma program pemerintahnya kita, ini kan harapan seluruh dunia kan? Semuanya serba energi hijau ya kan? Jadi semuanya kan menuju apa ya? Istilahnya kan kita dituntut masa depannya, dunia ini kan harus bebas dari misalnya energi fosil lain. Bisa berkelanjutan lebih, usia dunia mungkin tinggal seribu, bisa jadi tiga ribu tahun. Itu salah satu contoh global perkiraannya misalnya. Tujuannya itu kira-kira,” ucap Ferry
