Minat Baca Masyarakat Indonesia Makin Meningkat, Gen Z Paling Berperan!

indeks Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) Indonesia terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun/Foto : Ilustrasi Dok. Freepik indeks Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) Indonesia terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun/Foto : Ilustrasi Dok. Freepik

Jakarta, GPriority.co.id – Tingkat minat baca masyarakat Indonesia saat ini dilaporkan semakin meningkat. Dilansir dari data Badan Pusat Statistik (BPS), indeks Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) Indonesia terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun.

Di tahun 2024 sendiri, indeks TGM mencapai 72,44. Artinya, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya literasi semakin tinggi. Sebagai informasi, indeks TGM mengukur minat dan kebiasaan membaca dari berbagai kategori. Mulai dari frekuensi, durasi, jumlah buku, serta penggalian informasi melalui akses internet.

Dalam data itu disebutkan jika Gen Z paling berperan terhadap kenaikan indeks TGM. Generasi ini dilaporkan mengalami lonjakan aktivitas membaca dalam beberapa tahun terakhir. Menurut survei dari GoodStats, 84,7 persen Gen Z disebut gemar membaca buku.

Minat membaca di kalangan Gen Z ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. Namun yang paling berperan ialah media sosial, dengan adanya tren BookTok yang berhasil mendorong anak muda untuk lebih rajin membaca.

Faktor lain yang menjadi pendorong ialah hadirnya perpustakaan digital serta platform membaca online seperti iPusnas, Goodreads, serta Wattpad. Berbagai platform tersebut dinilai sukses meningkatkan frekuensi membaca pada kalangan Gen Z.

Kendati demikian, hingga saat ini masih ditemukan tantangan untuk menumbuhkan minat baca di tanah air. Minat baca juga disebut belum merata di berbagai wilayah Indonesia. Hal ini terbukti dari rendahnya indeks TGM di wilayah Papua, Maluku, dan Gorontalo, sementara di wilayah DI Yogyakarta, Kepulauan Bangka Belitung, serta Jawa Timur, indeks GTM-nya tinggi.

Agar merata, dibutuhkan sinergi dari pemerintah, sekolah, komunitas literasi, hingga pihak lain yang dapat mendongkrak pemerataan indeks GTM pada seluruh wilayah Indonesia. Selain itu, minat membaca masyarakat juga harus diimbangi dengan kemampuan literasi yang kritis supaya masyarakat dapat memilah informasi yang akurat.

Meski minat membaca masyarakat Indonesia terus meningkat, namun secara global minat baca Indonesia menempati urutan peringkat ke-62 dari 70 negara (berdasarkan survei Program of International Student Assessment (PISA) pada tahun 2019).

Dengan kata lain, Indonesia masuk dalam bagian 10 negara yang memiliki tingkat literasi terendah di antara negara-negara yang disurvei. Bahkan, UNESCO menyebut jika Indeks minat baca masyarakat Indonesia hanya diangka  0,001% atau dari 1,000 orang Indonesia, dan cuma 1 orang yang rajin membaca.