Jakarta, GPriority.co.id – Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (APTIKNAS) menyelenggarakan National Cybersecurity Connect (NCC) 2025 bertema “Building Data Security Readiness Towards Economic Resilience” di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu–Kamis (29–30/10).
Event keamanan siber terbesar di Indonesia ini telah digelar sejak 2022. Tahun ini, NCC menghadirkan skala yang lebih besar dengan peluncuran Cybersec Startup Challenge 2025, hasil kolaborasi APTIKNAS dengan Asosiasi Digitalisasi dan Keamanan Siber Indonesia (ADIGSI).
Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Letjen TNI (Purn) Nugroho Sulistyo Budi mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, NCC bukan sekadar ajang seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap keamanan siber sebagai pilar penting kemajuan ekonomi nasional.
“Karena sekarang-sekarang ini, kan, data merupakan salah satu kekayaan baru, ya. Bagaimana kita mengelola data secara proper supaya dia tidak dicuri, tidak dimanipulasi, tidak di apa, diambil alih, atau dirusak. Nah, dengan adanya forum-forum seperti ini memberikan suatu inspirasi bagi banyak pihak tentang kepedulian terhadap keamanan siber,” kata Nugroho kepada wartawan di pembukaan acara NCC 2025, Rabu (29/10).
Dia menambahkan, kegiatan ini sangat penting Ia menambahkan, keamanan siber kini menjadi isu yang semakin penting karena ancaman terus meningkat dan berpotensi menimbulkan kerugian besar, baik secara finansial, reputasi, maupun kepercayaan investor.
Sementara itu, Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan lebih banyak perusahaan nasional di bidang keamanan siber, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memajukan industri digital nasional.
“Nah, kehadiran Kementerian Ekonomi Kreatif, karena kami juga ingin turut mendukung apa yang dilakukan oleh seluruh pihak, termasuk BSSN, kemudian juga asosiasi, dan juga para pengusaha-pengusaha lokal di bidang cyber security untuk juga bisa semakin maju dan berkembang menjadi bagian penting menjaga sebagai garda untuk keamanan nasional kita di digital,” jelasnya.
Di sisi lain, Ketua Umum PP GP Ansor, Addin Jauharudin, menyampaikan apresiasinya atas pelibatan pihaknya dalam kegiatan tersebut. Ia menilai kolaborasi lintas sektor sangat penting dalam membangun kesadaran bersama untuk melindungi ruang digital Indonesia.
“Poin pentingnya adalah bahwa ini mendesak ya memang, karena situasi sekarang ini kan sudah perang cyber. Nah, dan dengan kegiatan momentum hari ini saya berpikir bahwa seluruh anak-anak muda, termasuk ormas, segala macam, jadikan teknologi sebagai backbone atau tulang punggung, dan lebih dari itu adalah jaga keamanan data. Karena hari ini perang kita adalah perang data dan kita perlu mewujudkan kemandirian algoritma kita,” pungkas Addin.
