Pemprov DKI Jakarta: Tarif Transjakarta Naik Jadi Rp5.000

Tarif Transjakarta naik dari Rp3.500 jadi Rp5.000/Foto : Dok. Jakarta Smart City Tarif Transjakarta naik dari Rp3.500 jadi Rp5.000/Foto : Dok. Jakarta Smart City

Jakarta, GPriority.co.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana menaikkan tarif layanan Transjakarta, sebagaimana dilansir dari laporan ANTARA pada Rabu (29/10).

Sebelumnya, tarif Transjakarta sebesar Rp3.500, namun nantinya akan dinaikkan menjadi Rp5.000 per tiketnya. Kendati demikian, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyebut keputusan resmi terkait kenaikan tarif Transjakarta belum ditetapkan dan akan diumumkan setelah selesai dilakukan perhitungan menyeluruh.

Perlu diketahui, tarif Transjakarta tak pernah berubah sejak pertama kali transportasi umum tersebut diluncurkan pada tahun 2004, artinya sudah lebih dari 20 tahun tarifnya berada di angka Rp3.500.

Pramono menekankan, saat ini Pemprov DKI Jakarta tak lagi sanggup untuk menanggung seluruh beban subsidi tarif Transjakarta bagi warga Jabodetabek. Menurutnya, saat ini subsidi yang diberikan sudah mencapai lebih dari Rp9 ribu untuk tiap penumpang.

Lebih lanjut Pramono melaporkan, Pemprov DKI Jakarta harus mengeluarkan sekitar Rp6 triliun setiap tahunnya untuk anggaran subsidi transportasi layanan Transjakarta, MRT, serta LRT.

Dengan adanya kenaikan tersebut, beban biaya transportasi pengguna yang rutin setiap hari menaiki Transjakarta seperti pekerja dan pelajar, akan meningkat sekitar 43 persen. Kenaikan tersebut akan terasa cukup signifikan bagi warga dari kalangan menengah ke bawah yang sehari-harinya mengandalkan transportasi umum.

Kendati demikian, tak sedikit juga warga Jakarta yang tak keberatan dan mendukung adanya kenaikan tarif tersebut. Mereka menilai, kenaikan tarif ini perlu dilakukan guna menjaga operasional.

Namun mereka berpendapat, kenaikan tarif harus juga diiringi dengan peningkatan pelayanan publik. Mulai dari penambahan armada, jam keberangkatan yang tepat waktu, peningkatan fasilitas, serta perluasan rute. Pemprov DKI Jakarta pun berkomitmen untuk meningkatkan layanan seiring dengan kenaikan tarif.

Pramono menyebut, Pemprov DKI Jakarta akan menambah jumlah bus listrik agar penumpang dapat menikmati perjalanan yang leih nyaman.

“Fasilitasnya sekarang kami perbaiki. Bahkan tahun ini untuk bus listrik yang sebelumnya hanya beroperasi 200, sekarang akan beroperasi sampai dengan 500 bus listrik. Sehingga ini secara signifikan akan mengurangi polusi,” sebutnya.

Pramono menyebut, kenaikan tarif Transjakarta akan diumumkan pada waktu yang tepat.