New York, Gpriority.co.id – Zohran Mamdani bukan satu-satunya kepala daerah muslim terpilih di Amerika Serikat. Tahun 2025 ini beberapa kandidat/kepala daerah muslim juga mencalonkan serta terpilih.
Euforia terpilihnya Zohran Mamdani sebagai Walikota New York pertama dari kalangan muslim masih membuat banyak pihak tercengang. Padahal dalam negara demokrasi yang matang seperti Amerika hal itu biasa.
Sebelum Mamdani ada Abdullah Hammoud yang pertama kali menjabat walikota Dearborn, Michigan pada 2021. Anak imigran Lebanon dan mewakili komunitas Arab-Amerika yang besar di Dearborn ini sebelumnya juga anggota Dewan Perwakilan Michigan.
Hammoud terpilih kembali sebagai walikota Dearborn, Michigan, pada pemilu 4 November 2025 dengan kemenangan telak. Ia mendapat 71-73% suara (sekitar 18.531 suara) melawan Nagi Almudhegi (28%, 7.294 suara). Ini rekor lebih tinggi dari pemilu 2021-nya. Warga Dearborn merayakan kemenangan telaknya (73% suara) sebagai bukti kepuasan atas rekam jejaknya. Diantaranya buka 100 bisnis baru, mengatasi banjir, dan pajak rendah.
Kemenangan Hammoud seolah lengkap dengan terpilihnya Mo Baydoun sebagai Walikota Dearborn Heights, kota tetangga Dearborn yang juga di wilayah Michigan. Baydoun resmi menjabat Walikota Dearborn Heights setelah menang pemilihan pada 4 November 2025 dengan suara 68%.
Sebelum menjadi walikota, Baydoun aktif dalam komunitas lokal dan pernah berperan pada berbagai organisasi sosial. Keturunan Arab-Amerika muslim ini dikenal sebagai pemimpin muda yang progresif dengan visi membangun kota yang inklusif, aman, dan makmur untuk semua lapisan masyarakat.
Di level kepala daerah yang lebih tinggi, Ghazala Hashmi, perempuan muslim Amerika juga membuat sejarah pada pemilihan Gubernur Virginia 2025 Hashmi terpilih sebagai Wakil Gubernur pertama perempuan muslim di Amerika yang memegang jabatan tingkat negara bagian.
Hashmi menang atas lawan dari Partai Republik lewat kampanye kuat yang fokus pada pendidikan, kesehatan, dan inklusivitas. Hashmi dikenal aktif di komunitas dan sebelumnya jadi senator negara bagian Virginia. Kemenangannya jadi tonggak penting untuk representasi Muslim-Amerika dan wanita dalam politik.
Sementara, Omar Fateh politisi muslim lainnya saat ini tengah mencalonkan diri sebagai Dewan Kota Minneapolis (Minneapolis City Council). Dia mewakili distrik yang sangat beragam dan dikenal progresif. Omar yang berasal dari imigran Somalia-Amerika saat ini adalah anggota Dewan Kota Minneapolis yang dikenal progresif dan aktif dalam isu keadilan sosial.
Terpilihnya politisi muslim di Amerika banyak disambut positif dan dinilai sebagai langkah maju untuk pluralisme dan inklusivitas. Dorothea E. Schulz dari Universitas Chicago mengatakan kemenangan mereka menunjukan keinginan rakyat Amerika untuk pemimpin yang dianggap mewakiki keragaman menguatkan demokrasi, bukan lemahkan.
Ahmad Maaty dari MAPS menyebut jika sebelumnya pejabat muslim sering “sembunyi” dari smear kampanye, tapi ‘Mamdani unapologetic’ membuat komunitas berani lebih terbuka, serta mengubah norma politik. Sementara Salima Suswell, konsultan politik, menerangkan jika Mamdani membuat banyak muslim muda semangat ikut politik, dorong partisipasi sipil yang lebih tinggi. Ini bisa bikin lebih banyak kandidat progresif muslim maju.
Foto : Istimewa
