ALFI CONVEX 2025 Resmi Ditutup, Catat Total Transaksi hingga Rp580 Miliar

Gelaran ALFI CONVEX 2025 resmi ditutup pada Jumat (14/11). Foto: istimewa Gelaran ALFI CONVEX 2025 resmi ditutup pada Jumat (14/11). Foto: istimewa

Jakarta, GPriority.co.id – Gelaran ALFI CONVEX 2025 yang berlangsung selama tiga hari di ICE BSD, Tangerang, resmi ditutup pada Jumat (14/11). Tercatat, nilai transaksi bisnis mencapai Rp 580 miliar.

“Capaian ini menunjukkan geliat industri logistik nasional serta efektivitas ALFI CONVEX sebagai ajang mempertemukan pelaku industri dan membuka peluang kerja sama strategis,” kata Ketua Umum DPP ALFI, Akbar Djohan.

Disisi lain, Akbar menegaskan komitmen ALFI untuk mendukung kebijakan pemerintah terkait penerapan kebijakan Zero ODOL (Over Dimension Over Load), yang dinilai menjadi bagian penting dalam meningkatkan keselamatan, efisiensi, dan standar layanan logistik nasional.

Sementara itu, dalam penutupan acara kehadiran dua menteri sekaligus, yakni Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan Menteri Koperasi Ferry Juliantono, yang memberikan arahan strategis terkait masa depan logistik Indonesia.

Menteri Perhubungan Dudy menegaskan bahwa pembenahan ekosistem logistik menjadi bagian penting dari agenda pembangunan nasional.

“Menjadikan Indonesia sebagai pusat logistik modern di kawasan Asia Pasifik adalah misi bersama kita. Karena ekosistem logistik adalah nadi ekonomi,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Koperasi Ferry menyoroti kebutuhan peningkatan dukungan logistik bagi program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang akan berjalan pada tahun berikutnya. Menurutnya, pertumbuhan pesat koperasi perlu ditopang infrastruktur logistik yang memadai.

“Presiden ingin disediakan setiap kooperasi desa itu akan ada truk, kemudian kendaraan populasional yang lainnya. Jadi akan ada 80 ribu kendaraan yang ada di desa-desa dan kelurahan yang untuk memperlancar arus barang-barang dari desa keluar ataupun dari luar ke desa-desa,” jelas Ferry.

Ia menambahkan bahwa aset Kementerian Koperasi meningkat sebesar Rp 240 triliun setelah mendapatkan dukungan anggaran dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Lonjakan aset ini ikut mendorong volume usaha koperasi di berbagai sektor.