Geopark Indonesia Diakui Dunia, Masuk Tiga Besar UNESCO

Geopark di Indonesia/Foto iStock Geopark di Indonesia/Foto iStock

Jakarta, GPriority.co.id – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan pentingnya pengembangan geopark sebagai salah satu potensi besar Indonesia di mata dunia. 

Menurutnya, geopark tidak hanya menyimpan nilai warisan geologi (geoheritage), tetapi juga kekayaan budaya (geo cultural diversity) serta nilai ekonomi (geo-economy) yang dapat dikembangkan.

“Geopark ini adalah salah satu potensi kekayaan dunia dan juga bagi Indonesia. Geopark memiliki banyak nilai, mulai dari warisan geologi, kekayaan budaya, dan ekonomi (geo-economy) yang bisa dikembangkan, misalnya untuk wisata dan menjadi pusat penelitian,” tutur Tito dalam acara dalam acara Indonesia’s Geopark Leader Forum di Kantor Bappenas, Rabu (3/12).

Ia menambahkan, pengakuan UNESCO terhadap suatu kawasan sebagai geopark membawa banyak keuntungan, terutama promosi internasional secara gratis melalui jejaring global UNESCO. 

Selain itu, kata dia, status tersebut juga meningkatkan minat wisatawan dan peneliti untuk datang dan meneliti keunikan geopark.

Menurut Tito, Indonesia patut berbangga karena termasuk tiga besar negara dengan jumlah geopark UNESCO terbanyak. China menempati posisi pertama dengan sekitar 40 geopark, disusul Spanyol, sementara Indonesia berada di urutan ketiga dengan 12 geopark yang diakui UNESCO. Selain itu, Indonesia juga memiliki 11 geopark nasional yang belum diakui UNESCO.

“Artinya geopark ini memiliki banyak manfaat. Sekali lagi, mulai dari manfaatnya untuk pendidikan, ekonomi, dan lain-lain. Ini adalah potensi sumber ekonomi bagi kita,” tutur Tito.

Untuk itu, Tito mendorong pemerintah melestarikan geopark melalui konservasi, edukasi, dan pengembangan potensi ekonomi. 

“Diharapkan selain dapat melestarikan, tapi juga dapat meningkatkan nilai ekonomi yang mengsejahterakan masyarakat di daerah itu. Bahkan mungkin impact nasional,” pungkasnya.