Jakarta, GPriority.co.id – CEO Apple, Tim Cook, mengungkap rencana penyaluran bantuan untuk korban banjir di Asia, mulai dari Indonesia, Malaysia, Thailand, hingga Sri Lanka.
Diungkapkan langsung oleh Tim Cook melalui media sosialnya pada Selasa (2/12) lalu, rencana tersebut menegaskan komitmen Apple untuk membantu wilayah-wilayah yang terdampak.
“Badai melanda Thailand, Indonesia, Malaysia, dan Sri Lanka telah menghancurkan banyak orang. Di Apple, kami memikirkan semua orang yang terdampak dan akan berdonasi untuk bantuan dan membangun upaya di lapangan,” tulis Tim Cook dalam pernyataannya.
Meski tak menyebutkan besaran donasi yang akan disalurkan, namun Apple sendiri memang telah lama dikenal sebagai perusahaan teknologi yang konsisten berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan di seluruh dunia.
Sebelum Apple, perusahaan Stalink milik Elon Musk sebelumnya juga menggratiskan akses internet untuk korban banjir di Sumatra hingga akhir Desember mendatang.
Pengumuman tersebut disampaikan Stalink di akun X resmi-nya. Bantuan ini ditujukan untuk mendukung pemulihan konektivitas di daerah yang terkena bencana. Lewat kerja sama dengan pemerintah Indonesia, Starlink mempercepat pemindahan terminal serta memulihkan jaringan di kawasan yang mengalami kerusakan terparah.
Dalam pernyataannya, Stalink menyebut pelanggan aktif tak perlu melakukan langkah tambahan apa pun, pasalnya layanan gratis tersebut akan otomatis aktif di akun pengguna.
Bantuan yang diberikan Starlink juga mencakup pelanggan yang sebelumnya menunda atau menghentikan sementara layanan. Starlink memastikan, pelanggannya akan tetap mendapatkan akses internet gratis dan dapat kembali online selama masa bantuan sedang berlangsung.
Di sisi lain, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, menegaskan hingga Selasa (2/12) lalu, korban meninggal yang terdampak akibat banjir dan longsor di wilayah Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat, telah mencapai 708 orang. Sementara itu, 499 orang lainnya dinyatakan masih hilang hingga saat ini.
