Salurkan LPG ke Wilayah Bencana Sumatra, Pemerintah Gunakan Jalur Alternatif

Jakarta, Gpriority.co.id – Pemerintah bersama PT Pertamina (Persero) berhasil memasok kebutuhan LPG bagi masyarakat di wilayah terisolir akibat bencana di Aceh dan Sumatra Utara. Dua daerah yang terdampak parah, yaitu Bireun di Aceh dan Tapanuli Tengah di Sumatra Utara, relatif sulit dijangkau, sehingga pemerintah menggunakan jalur alternatif untuk mendistribusikan LPG meski memakan waktu lebih lama.

Dalam rilisnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan saat kunjungannya ke Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, Rabu (3/12), bahwa pasokan LPG untuk Sibolga dan Tapanuli Tengah dipercepat dengan mengambil dari hub Sumatra Barat, alih-alih langsung dari Dumai.

Untuk daerah Aceh bagian utara, pasokan LPG dikirim melalui dua rute. Rute pertama dari sisi utara menggunakan kapal pengangkut skid tank dari terminal LPG Arun, Lhokseumawe, menuju Banda Aceh. Kapal dijadwalkan tiba di Lhokseumawe pada Kamis dan sampai Banda Aceh Jumat besok.

Rute kedua menyalurkan tabung isi LPG melalui jalur selatan dan barat Aceh, dengan mendirikan gudang darurat di Aceh Barat. Pasokan perdana untuk jalur ini sudah tiba pada Kamis ini.

Sedangkan pengiriman untuk Sibolga, Tapanuli Tengah, dan Nias juga memakai dua jalur. Jalur laut memakai skid tank dan tabung isi dari Teluk Kabung, Sumatra Barat, menuju ketiga wilayah tersebut. Rute darat melalui Pakpak Bharat menuju Tapanuli Tengah dan Sibolga. Pengiriman pertama untuk jalur alternatif ini sudah tiba kemarin.

Dengan strategi pengiriman LPG yang terintegrasi ini, pemerintah berharap bisa meringankan kesulitan masyarakat yang kehilangan akses bahan bakar penting akibat bencana, khususnya di Provinsi Aceh dan Sumatra Utara.

Foto : ESDM