Gelar G.A. Siwabessy Memorial Lecture 2025, BRIN Hadirkan Ilmuwan Nuklir Thailand

Prof. Dr. Saroj Rujirawat dari Synchrotron Light Research Institute (Thailand) saat memberikan orasi ilmiah dalam agenda G.A. Siwabessy Memorial Lecture 2025 yang digelar BRIN pada Jumat (5/12)/Foto : Dok. Tangkapan Layar Youtube (BRIN) Prof. Dr. Saroj Rujirawat dari Synchrotron Light Research Institute (Thailand) saat memberikan orasi ilmiah dalam agenda G.A. Siwabessy Memorial Lecture 2025 yang digelar BRIN pada Jumat (5/12)/Foto : Dok. Tangkapan Layar Youtube (BRIN)

Jakarta, GPriority.co.id – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggelar G.A. Siwabessy Memorial Lecture 2025 pada Jumat (5/12). Agenda ini merupakan forum orasi ilmiah untuk memperkuat pemahaman publik dan komunitas ilmiah tekait perkembangan riset ketenaganukliran.

Agenda ini juga menjadi wadah pertukaran pengetahuan sekaligus bentuk penghormatan kepada Prof. Dr. Gerrit Agustinus Siwabessy, seorang tokoh penting pada sejarah perkembangan ketenaganukliran di Indonesia.

Agenda tersebut merupakan bentuk komitmen BRIN untuk terus mendorong penguatan ekosistem sains dan teknologi nuklir nasional, juga memfasilitasi penyebarluasan pemikiran ilmiah kepada masyarakat Indonesia.

“G.A. Siwabessy Memorial Lecture merupakan bentuk penghormatan atas kontribusi Prof. Dr. G.A. Siwabessy, sekaligus penegasan komitmen BRIN dalam memperkuat ekosistem riset dan teknologi nuklir nasional. Melalui forum ini, kami mendorong lahirnya pemikiran strategis dan kolaborasi ilmiah yang memberikan manfaat nyata bagi kemajuan bangsa,” jelas Kepala BRIN, Arif Satria.

Prof. G.A. Siwabessy sendiri dikenal sebagai pelopor radiologi Indonesia yang berperan besar dalam upaya pemerintah memetakan potensi paparan radioaktif dari uji coba nuklir pada 1954. Siwabessy juga merupakan tokoh penting dalam pembangunan kelembagaan tenaga atom nasional. Pemikiran dan dedikasinya menjadi fondasi penting bagi pemanfaatan energi nuklir yang lebih luas, aman, dan bermanfaat bagi berbagai sektor.

Dalam agenda di tahun ini, BRIN menghadirkan Prof. Dr. Saroj Rujirawat dari Synchrotron Light Research Institute (Thailand) sebagai pemberi orasi ilmiah. Ia akan membawakan orasi berjudul “Light for the Future: Synchrotron Science Driving the Country Innovation and Sustainability”.

Dalam sesi tersebut, Prof. Dr. Saroj Rujirawat mengulas bagaimana teknologi cahaya sinkrotron menjadi instrumen penting dalam riset modern; mulai dari pengembangan baterai dan katalis energi bersih, pemetaan polutan lingkungan, pencitraan biomedis, hingga analisis artefak budaya dari Indonesia dan Thailand.

Selain itu, Prof. Dr. Saroj Rujirawat juga memaparkan pengembangan SPS-II, fasilitas sinkrotron terbaru Thailand yang dirancang untuk menghasilkan cahaya berpresisi sangat tinggi dan mendukung pengukuran waktu-nyata berbasis kecerdasan buatan.

Fasilitas ini diharapkan menjadi pusat riset bersama bagi negara-negara ASEAN, memperkuat kolaborasi ilmiah, berbagi data, serta pengembangan peneliti dan talenta muda guna mendorong kemajuan riset dan industri berbasis teknologi yang berkelanjutan.