Prabowo Targetkan Pemulihan Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar Rampung 2–3 Bulan

Ratusan warga Kabupaten Aceh Tamiang sambut kedatangan Presiden Prabowo Subianto, Jumat (12/12). Foto: zulfitra/gpriority Ratusan warga Kabupaten Aceh Tamiang sambut kedatangan Presiden Prabowo Subianto, Jumat (12/12). Foto: zulfitra/gpriority

Jakarta, GPriority.co.id – Presiden Prabowo Subianto menargetkan pemulihan dampak bencana alam yang melanda Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar) dapat diselesaikan dalam waktu dua hingga tiga bulan ke depan.

Prabowo menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena proses penanganan bencana tidak dapat diselesaikan dalam hitungan hari.

“Saya telah minta maaf, saya tidak punya tongkat Nabi Musa. Kita tidak bisa selesaikan dalam 3 hari, 4 hari, 5 hari. Mungkin 2-3 bulan aktivitas akan benar-benar normal,” ujar Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12).

Dalam hal ini, Prabowo telah menginstruksikan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait serta Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo agar segera membangun 2.000 unit hunian sementara dan hunian tetap bagi masyarakat terdampak bencana.

Di sisi lain, pemerintah juga telah mengerahkan dukungan logistik dan peralatan dalam skala besar ke lokasi terdampak. Bantuan tersebut mencakup 1.000 unit alat berat, eskavator, truk dan tangki air bersih serta air minum, toilet portable, hingga jembatan darurat.

“Kemarin kita juga tambahkan lagi alat berat, truk air minum, dan persediaan air bersih, serta toilet-toilet portable, 50 jembatan bailey sedang kita kerjakan. Tadi akses jalan darat sebagian besar telah pulih, memang ada wilayah-wilayah tertentu yang masih terisolasi,” tuturnya..

Selain jalur darat, pemerintah juga mengoptimalkan jalur udara untuk menjangkau daerah yang belum dapat diakses sepenuhnya.

Prabowo menegaskan, pemerintah telah mengerahkan 60 unit helikopter serta belasan pesawat yang diterbangkan setiap hari untuk mengirimkan bantuan logistik dan mendukung proses evakuasi di wilayah bencana.