Prabowo Pantau Perkembangan Proyek Kampung Haji di Makkah

Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan Perkasa Roeslani, di kediaman pribadinya, Kertanegara, Jakarta pada Sabtu (27/12). Foto: BPMI Setpres/Istimewa Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan Perkasa Roeslani, di kediaman pribadinya, Kertanegara, Jakarta pada Sabtu (27/12). Foto: BPMI Setpres/Istimewa

Jakarta, GPriority.co.id – Presiden Prabowo Subianto mendorong percepatan proyek Kampung Haji Indonesia di Makkah. Hal ini disampaikan Prabowo dalam pertemuannya dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BPI Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, di kediaman pribadinya di Kertanegara, Jakarta, Sabtu malam (27/12).

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan, Presiden Prabowo meminta penjelasan rinci mengenai titik lokasi menara, luas kawasan, serta tahapan pelaksanaan pembangunan Kampung Haji di Kota Makkah.

“Menteri Rosan menyampaikan bahwa atas inisiatif dan diplomasi Presiden Prabowo, Pemerintah Saudi mendukung penuh program tersebut. Terutama setelah Putra Mahkota Mohammed Bin Salman berkomunikasi melalui telepon dengan Presiden Prabowo pada 8 Desember lalu,” ujar Teddy.

Seskab Teddy menambahkan, pembahasan mengenai Kampung Haji Indonesia terus dilakukan secara intensif antara Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi. Upaya tersebut telah melalui serangkaian pertemuan lanjutan.

“Menteri Rosan sebelumnya telah 4 kali bertemu dengan Pemerintah Saudi membahas ini,” imbuh Seskab Teddy.

Dalam pertemuan itu, Presiden Prabowo kembali menegaskan visinya agar jemaah haji Indonesia mendapatkan fasilitas yang layak dan representatif selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

“Presiden Prabowo menginginkan seluruh jemaah haji Indonesia harus memiliki tempat dan fasilitas penginapan nyaman tersendiri saat melaksanakan ibadah haji dengan lokasi yang cukup dekat dengan Masjidil Haram,” ungkap Seskab Teddy.

Selain agenda luar negeri, Presiden Prabowo juga meminta laporan perkembangan pembangunan hunian bagi warga terdampak bencana di wilayah Sumatra. Proyek tersebut mencakup pembangunan 15.000 unit rumah yang dikoordinasikan oleh BPI Danantara.

Seskab Teddy menyampaikan, berdasarkan laporan Menteri Rosan, sebanyak 500 hunian ditargetkan siap dalam waktu dekat, bersamaan dengan pembangunan unit lainnya.

“Hunian lainnya juga sedang dibangun oleh BNPB, Kementerian PU (Pekerjaan Umum) serta Kementerian Perumahan,” ucap Seskab Teddy