Venezuela, GPriority.co.id – Pada hari Sabtu (3/1) lalu, Amerika Serikat menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, dan menyebutnya sebagai perang melawan kartel narkoba dan gembong narkoba.
Dalam operasi yang diberi judul ‘Operasi Absolute Resolve’ tersebut, pasukan Amerika Serikat memasuki Venezuela dan membom Caracas serta menangkap Maduro bersama istrinya, Cilia Flores, dari istana kepresidenan mereka di bawah arahan Presiden AS Donald Trump.
Maduro diterbangkan ke USS Iwo Jima, kemudian ke Teluk Guantánamo, dan akhirnya dengan pesawat pemerintah ke Pangkalan Garda Nasional Udara Stewart di New York. Ia ditahan di Pusat Penahanan Metropolitan Brooklyn yang terkenal kejam, dan menghadapi tuduhan terorisme narkoba. Maduro jgua dijadwalkan hadir di pengadilan federal Manhattan pada hari ini.
Sehari setelah operasi AS, Trump mengklaim bahwa ‘banyak warga Kuba tewas’, sementara tidak ada tentara AS yang tewas dalam operasi tersebut. Otoritas Havana mengatakan bahwa 32 warga Kuba tewas, sementara Presiden Kolombia mengatakan bahwa satu orang dari negaranya juga tewas.
Berbicara kepada wartawan, Trump mengatakan bahwa Washington akan memerintah Venezuela.
“Sampai saatnya kita dapat melakukan transisi yang aman, tepat, dan bijaksana. Perusahaan minyak besar Amerika Serikat akan pindah ke Venezuela untuk memperbaiki infrastruktur minyak yang rusak parah dan mulai menghasilkan uang bagi negara tersebut,” ujarnya.
Namun, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan bahwa AS tidak berencana untuk mengambil peran pemerintahan sehari-hari di Venezuela.
Sementara itu, presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, pada hari Minggu (4/1) kemarin menyerukan perdamaian dengan menyebut ingin menciptakan hubungan bilateral yang “seimbang dan saling menghormati” dengan Amerika Serikat.
Dilansir dari WIO News, berikut ini update terbaru perkembangan konflik AS-Venezuela.
1. Maduro dijadwalkan hadir di pengadilan New York City.
Nicolás Maduro dijadwalkan untuk pertama kalinya hadir di pengadilan federal AS pada hari Senin, 5 Januari, setelah ditangkap oleh pasukan AS pada hari Sabtu, 3 Januari. Pemimpin Venezuela itu sedang menunggu persidangan di Kota New York atas tuduhan kriminal federal termasuk konspirasi terorisme narkoba dan impor kokain.
2. Menteri Komunikasi Venezuela mengumumkan pembentukan komisi untuk mengupayakan pembebasan Maduro.
3. Warga Venezuela yang berada di bawah status perlindungan sementara dapat mengajukan permohonan suaka
Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem mengatakan pada hari Minggu kemarin bahwa warga Venezuela di AS yang sebelumnya berada di bawah status perlindungan sementara (TPS) dapat mengajukan permohonan suaka.
“Setiap individu yang berada di bawah TPS memiliki kesempatan untuk mengajukan permohonan status pengungsi dan evaluasi tersebut akan terus berjalan,” kata Noem kepada pembawa acara Gillian Turner di “Fox News Sunday.”
Noem mengakhiri TPS tahun lalu untuk sekitar 600.000 migran Venezuela yang menerima status perlindungan dari Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) di bawah pemerintahan Biden. Setelah AS menangkap pemimpin Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores, pada Sabtu pagi, para migran Venezuela di Florida Selatan turun ke jalan untuk merayakannya.
4. Pelaksana tugas presiden Venezuela mendesak ‘dialog, bukan perang’.
“Venezuela menegaskan kembali komitmennya terhadap perdamaian dan hidup berdampingan secara damai. Negara kami bercita-cita untuk hidup tanpa ancaman eksternal, dalam lingkungan yang saling menghormati dan kerja sama internasional. Kami percaya bahwa perdamaian global dibangun dengan terlebih dahulu menjamin perdamaian di dalam setiap negara,” kata Delcy Rodríguez, Penjabat Presiden Venezuela.
“Kami mengundang pemerintah AS untuk berkolaborasi dengan kami dalam agenda kerja sama yang berorientasi pada pembangunan bersama dalam kerangka hukum internasional untuk memperkuat koeksistensi komunitas yang langgeng,” tambahnya.
Rodríguez selanjutnya mengatakan, “Presiden Donald Trump, rakyat kita, dan kawasan kita layak mendapatkan perdamaian dan dialog, bukan perang. Ini selalu menjadi pesan Presiden Nicolás Maduro, dan ini adalah pesan seluruh Venezuela saat ini. Inilah Venezuela yang saya yakini dan yang telah saya dedikasikan hidup saya untuknya. Saya bermimpi tentang Venezuela di mana semua warga Venezuela yang baik dapat bersatu.”
“Venezuela berhak atas perdamaian, pembangunan, kedaulatan, dan masa depan,” pungkasnya.
5. Peringatan besar Trump kepada Kuba setelah mengakui ‘banyak warga Kuba tewas’
Presiden AS Donald Trump pada hari Minggu kemarin mengatakan bahwa Kuba “siap jatuh” setelah pasukan AS menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro beberapa hari sebelumnya. Trump menambahkan bahwa “banyak warga Kuba tewas” selama operasi AS untuk menangkap pemimpin Venezuela tersebut.
