Jakarta, GPriority.co.id – Pernyataan Ahmad Sahroni, Wakil Ketua Komisi III DPR RI, mengundang perhatian publik. Belum lama ini dirinya menyebut pihak yang ingin membubarkan DPR adalah orang bodoh sedunia.
Pernyataan Sahroni tersebut menanggapi terkait usulan kenaikan tunjangan anggota DPR. Ucapannya viral di tengah gelombang kritik isu kenaikan tunjangan perumahan, paket data, hingga uang beras yang dinilai tidak adil di tengah kondisi perekonomian masyarakat yang tengah kesulitan saat ini.
“Catat nih, orang yang cuma mental bilang ‘bubarin DPR’ itu adalah orang tolol sedunia,” sebutnya.
Lebih lanjut Sahroni menilai jika kritik dan caci maki sah dilakukan, terlebih ia menganggap jika seruan pembubaran DPR sudah melewati batas, serta merusak tatanan pemerintahan.
“Komplain dan caci maki, nggak papa kita terima. Tapi ada adat istiadat yang harus disampaikan. Apakah dengan membubarkan DPR bisa meyakini masyarakat untuk menjalani pemerintahan sekarang? belum tentu,” jelasnya.
Selanjutnya, Syahroni juga memiliki argumen jika orang-orang yang paling vokal menyerukan pembubaran DPR ialah orang-orang yang belum pernah duduk di kursi parlemen.
“Maka dengan menyampaikan hal-hal seenaknya (seperti) bubarin DPR, jangan. Memang yang ngomong itu rata-rata orang yang nggak pernah duduk di DPR. Kita boleh dikritik. Tapi ingat, bahwa kita selaku wakil rakyat juga punya kerja dan empati. Silahkan mau mengkritik, boleh. Tapi jangan mencaci maki berlebihan,” tambahnya.
Kendati demikian, sikap dan pernyataan Syahroni menjadi sorotan karena dinilai menunjukkan jarak antara wakil rakyat dan masyarakat. Ia juga dinilai gagal menjawab subtansi kritik publik yang belakangan ini terus digaungkan.
