Jakarta, GPriority.co.id – Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengungkapkan keseriusannya untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur keamanan pendakian di kawasan Taman Nasional, terutama di Gunung Rinjani. Menurutnya, perbaikan sistem pengelolaan pendakian penting dilakukan untuk memastikan keselamatan pengunjung.
“Saya ingin ada perbaikan di Taman Nasional. Kita harus hati-hati sekali tentang pengelolaan Taman Nasional untuk pendakian,” kata Menhut Raja Antoni, yang juga mengajak perwakilan Tim Rinjani Rescue, termasuk Abdul Haris Agam (Rinjani Squad) dan Herna Hadi Prasetyo (Rinjani Squad), untuk terlibat dalam pembahasan.
Antoni menyatakan pentingnya mendefinisikan prinsip “safety first” dalam setiap kegiatan pendakian. Untuk itu, ia mendorong adanya standar keselamatan yang lebih jelas dengan melibatkan para guide, porter, dan petugas yang berada langsung di lapangan.
“Penting bagi kita untuk mendefinisikan safety first ini seperti apa measurement-nya,” tuturnya.
Sebagai langkah konkret, Menhut mengusulkan penerapan teknologi canggih dalam sistem keamanan pendakian, seperti pemasangan sign board yang lebih informatif dan implementasi gelang Radio Frequency Identification (RFID).
Menurutnya, RFID yang sudah diterapkan di Gunung Merbabu harus segera diperkenalkan di Gunung Rinjani. “Terkait dengan rencana gelang RFID, harus segera diimplementasikan,” tegasnya.
Selain itu, Menhut Raja Antoni juga mengusulkan pembentukan ketentuan prasyarat pendakian berdasarkan level kesulitan masing-masing gunung di Indonesia. Dengan cara ini, diharapkan pendaki dapat mempersiapkan diri sesuai dengan tingkat kesulitan medan yang akan dihadapi.
“Saya punya ide untuk membuat ketentuan prasyarat pendakian yang didasari level kesulitan suatu gunung,” ujarnya.
Foto: dok.Kemenhut
