Anas Al-Sharif, Jurnalis Al Jazeera Tewas oleh Zionis Israel

Gaza, Gpriority.co.id – Anas Al-Sharif, jurnalis Al Jazeera yang biasa melaporkan peristiwa genosida di Palestina kepada dunia tewas oleh serangan udara Zionis Israel. Sudah lebih dari 200 jurnalis meregang nyawa oleh pemerintahan Zionis selama perang melawan Hamas, pejuang pembebasan Palestina.

“Aku percayakan Palestina kepadamu,” demikian pesan terakhir jurnalis Al Jazeera, Anas Al-Sharif, sesaat sebelum tewas dalam serangan udara Zionis Israel di sebuah tenda media di Gaza.

Anas, putra Palestina tersebut tewas bersama dua orang koresponden serta tiga kameramen Al Jazeera di tenda mereka di Kota Gaza pada Minggu (10/8). Al Jazeera dalam siarannya menyebut Anas tewas bersama rekannya dalam serangan yang ditargetkan Zionis Israel terhadap sebuah tenda jurnalis di luar gerbang utama rumah sakit yang menampung jurnalis di Kota Gaza.

Anas sendiri memgalami luka parah di bagian kepala dan abdomen dalam serangan tersebut. Terkait kematian Anas, Sindikat Jurnalis Palestina mengutuk apa yang mereka sebut sebagai “kejahatan berdarah” pembunuhan. Serangan kepada Anas ini sendiri adalah serangan terbaru yang menargetkan jurnalis dalam perang 22 bulan ini. Sudah lebih dari 200 jurnalis tewas di tangan Zionis Israel dalam kurun waktu itu.

Juli lalu, Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ) menyampaikan pernyataan untuk perlindungan para jurnalis. Hal ini didasari juru bicara militer Israel berbahasa Arab Avichay Adraee yang meningkatkan serangan daring terhadap jurnalis dengan menuduhnya sebagai teroris Hamas.

Setelah serangan itu, CPJ mengatakan pihaknya “terkejut” mengetahui kematian para jurnalis tersebut. “Pola Israel dalam melabeli jurnalis sebagai militan tanpa memberikan bukti yang kredibel menimbulkan pertanyaan serius tentang niat dan penghormatannya terhadap kebebasan pers,” kata Direktur Regional CPJ, Sara Qudah. “Jurnalis adalah warga sipil dan tidak boleh menjadi sasaran. Mereka yang bertanggung jawab atas pembunuhan ini harus dimintai pertanggungjawaban,” tandasnya dikutip dari Arab News.

Anas sendiri difitnah penjajah Israel sebagai “teroris” yang berafiliasi dengan Hamas. Anas adalah salah satu wajah paling dikenal di Al Jazeera yang bekerja di lapangan di Gaza, menyediakan laporan harian dalam liputan rutin.

Laporannya, walau menggunakan bahasa Arab, sangatlah menyentuh dunia. Kabar yang terjadi di Palestina bisa sampai ke Inggris, Amerika dan belahan dunia lainnya dari Anas karena ia yang berada di lokasi langsung peperangan. Salah satu pesan terakhirnya termasuk video pendek yang menunjukkan serangan Israel di Gaza.

Anas juga mengunggah pesan di X yang menggambarkan “pengeboman Israel yang intens dan terkonsentrasi” di Kota Gaza. Hal itu dilakukan sesaat setelah Netanyahu mengumumkan akan masuk dan menguasai penuh Kota Gaza pada minggu (10/8).

Foto : Istimewa