Avan Guru SD Sumenep, Mengajar Dari Rumah Ke Rumah Karena Siswa Tak Punya Ponsel dan Laptop

Jakarta,gpriority- Dalam dua hari terakhir, nama Guru Avian ramai diperbincangkan di media sosial khususnya di Facebook. Pasalnya ia mau mendatangi rumah anak didiknya karena kebanyakan dari mereka tidak memiliki ponsel.

Kepada awak media pria yang memiliki nama lengkap Avan Fathurrahman (39) menceritakan pengalamannya.

Awan merupakan  guru di SD Negeri Batuputih Laok 3, Sumenep, Madura, Jawa Timur yang mengajar di Kelas 6. Lokasi sekolahnya berada di pelosok Sumenep. Jadi tidaklah mengherankan jikalau anak didiknya banyak yang tidak memiliki smartphone maupun laptop sehingga mereka tidak bisa belajar secara online ketika pemerintah mengumumkan untuk sementara waktu aktivitas belajar dilakukan dirumah saja.

Awan pun tidak pernah berpikiran untuk mendatangi rumah anak didiknya. Namun begitu   mendapat kabar kalau aktivitas belajar di rumah diperpanjang, ia langsung berpikir tentang nasib anak didiknya apalagi Avan tak ingin menambah beban para orangtua siswa. Untuk itulah Ia memilih menyambangi rumah siswanya. Satu per satu. Jarak tempuhnya tak dekat.

“Sudah beberapa minggu saya berada dalam posisi yang dilematis. Bukan masalah rindu. Tapi tentang imbauan Mas Menteri, agar bekerja dari rumah. Ini jelas tidak bisa saya lakukan, karena murid saya tidak punya sarana untuk belajar dari rumah. Mereka tidak punya smartphone, juga tidak punya laptop. Jikapun misalnya punya, dana untuk beli kuota internet akan membebani wali murid,” ucap Avan.

Bahkan, kata Avan, ada wali murid yang ingin mencari pinjaman uang untuk membeli ponsel. “Karena mendengar kabar bahwa rata-rata, anak-anak harus belajar dari HP cerdas. Saya terkejut mendengar penuturannya. Lalu pelan-pelan saya bicara. Saya melarangnya. Saya memberikan pemahaman bahwa belajar di rumah, tidak harus lewat HP. Siswa bisa belajar dari buku-buku paket yang sudah dipinjami dari sekolah. Saya bilang, bahwa sayalah yang akan berkeliling ke rumah-rumah siswa untuk mengajari,” lanjut Avan.

Dengan menggunakan sepeda motor dan dana pribadi, Avan berangkat dari kediamannya di Dusun Toros menuju rumah siswanya yang berjarak sekitar 20 km.Tidak semua siswa bisa ia jangkau dengan kendaraan bermotor,untuk itulah ia rela berjalan kaki.

Untuk memastikan siswanya tidak ada di rumah, Avan selalu berpesan agar mereka tidak kemana-mana dan tetap tinggal di rumah karena dirinya akan datang. Hal yang sama juga dipesankan kepada orang tua mereka, sehingga para orang tua  bisa mencegah anaknya untuk pergi.

Apa yang dilakukan Avan, mendapat dukungan dari sekolahnya, apalagi kadang-kadang kepala sekolahnya juga ikut Avan mendatangi rumah siswanya.

Hadirnya Avan di rumah mendapat respon yang sangat positif dari orang tua murid. Pasalnya mereka merasa lebih tenang untuk meninggalkan anaknya ketika harus berangkat ke ladang.

  Terkait dengan materi yang diajarkan, Avan mengaku selain materi yang bersifat akademis, ia juga menyampaikan hal-hal yang sifatnya konsektual, seperti membantu orang tua, menjaga kesehatan,memperkenalkan covid-19 dan mengingatkan anak-anak untuk senantiasa beribadah.(Hs)

Related posts