Jakarta, GPriority.co.id – Indonesia tak pernah kehabisan orang hebat. Kali ini, datang dari seorang pendaki perempuan, Putri Handayani yang berhasil menaklukan puncak Gunung Vinson atau puncak tertinggi di Antartika.
Kabar itu dia bagikan dalam postingan Instagram pribadinya @putri.handayani22 pada 10 Januari 2025 lalu.
“SANG MERAH PUTIH DI PUNCAK TERTINGGI ANTARTIKA..!!” tulis Putri akun Instagram pribadinya dikutip, Sabtu (25/1).
Bukan hal mudah, Putri menceritakan bahwa pendakiannya penuh tantangan. Putri melakukan pendakian sejak 4 hingga 9 Januari 2025.
“Alhamdulillah… Setelah 6 hari mendaki di benua terdingin di muka bumi, pada hari Rabu, 08 Januari 2025, pukul 18:30 waktu Punta Arenas, Chili, saya berhasil mengibarkan Sang Merah Putih di Puncak Tertinggi Benua Antartika, Gunung Vinson (4.892 MDPL),” tulisnya lagi.
Ternyata, Putri bukan satu-satunya peremuan yang mencatatkan prestasinya di Indonesia. Ia tercatat sebagai pendaki perempuan Indonesia ketiga yang mampu menapakan kakinya diatas puncak tertinggi Antartika itu.
Selain itu merupakan pendaki ke 12 asal Indonesia. Momentum tersebut tentu menjadi sejarah baru dari rangkaian penjelajahan pendakian orang Indonesia di puncak-puncak dunia.
Seperti diketahui, Gunung Vinson memiliki ketinggian 4.892 meter di atas permukaan laut. Gunung ini dikenal sebagai salah satu tantangan terbesar bagi para pendaki dunia.
Menurut Wikipedia, pendakian pertama dilakukan pada tahun 1966 oleh tim Amerika yang dipimpin oleh Nicholas Clinch. Ekspedisi pada tahun 2001 adalah yang pertama mendaki melalui rute Timur, dan juga melakukan pengukuran GPS dari ketinggian puncak. Pada Februari 2010, 1.400 pendaki telah berusaha mencapai puncak Gunung Vinson.
Adapun untuk menuju ke Gunung Vinson Massif sudah menjadi tantangan tersendiri. Sebab letaknya yang berada di daerah terpencil dan hanya berjarak sekitar 1.200-an km dari Kutub Selatan.
Gunung Vinson berada di peringkat ke-6 berdasarkan isolasi topografi. Sebagian besar pendaki mengambil apa yang dikenal sebagai “Rute Normal” ke Gletser Branscomb, yang memakan waktu rata-rata 10 hari.
Foto: Instagram/@putri.handayani22
