Bantah Rumor Telah Dibunuh, Netanyahu Buat Video Santai di Kafe

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu muncul dalam sebuah postingan video pada Minggu (15/3), bantah telah dibunuh/Foto : Dok. The Straits Times Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu muncul dalam sebuah postingan video pada Minggu (15/3), bantah telah dibunuh/Foto : Dok. The Straits Times

Israel, GPriority.co.id – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Minggu (15/3) kemarin memposting video di media sosial sebagai respon terhadap beragam rumor online yang mengklaim bahwa ia telah dibunuh oleh Iran dalam konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah saat ini.

Sebagaimana dilansir dari Reuters, dalam video yang diambil di sebuah kafe di pinggiran Jerusalem, Netanyahu terlihat sedang memesan kopi dan bercanda tentang minumannya tersebut, bahkan mengatakan ia “gila akan kopi” sambil menunjukkan dirinya hidup dan sehat. Unggahan itu dibuat setelah kabar tentang kematiannya tersebar luas di platform seperti X (dulu Twitter) dan media Iran.

Netanyahu bahkan menyinggung klaim aneh bahwa video sebelumnya memperlihatkannya memiliki enam jari, yang menjadi bahan spekulasi di internet bahwa rekaman itu dibuat dengan teknologi deepfake atau kecerdasan buatan. Ia kemudian memperlihatkan kedua tangan dengan jelas, masing‑masing memiliki lima jari, sebagai bukti bahwa ia masih hidup.

Rumor pembunuhan Netanyahu

Rumor tentang pembunuhan Netanyahu bermula setelah video lama dan unggahan daring menyebar dengan klaim bahwa ia telah tewas dalam serangan yang dilakukan oleh militer Iran. Media Iran bahkan diberitakan mengulangi ancaman terhadap nyawa Netanyahu, termasuk janji dari Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) untuk “mengejar dan membunuh” sang perdana menteri.

Dilansir dari The Times of India, akun resmi pemerintah Israel serta kantor Netanyahu menegaskan bahwa laporan tersebut adalah “berita palsu” (fake news) dan bahwa PM masih memimpin negara di tengah eskalasi konflik.

Sejak 28 Februari 2026, Israel dan Amerika Serikat telah melakukan serangan bersama terhadap target‑target di Iran. Respon militer Iran berupa serangan rudal dan drone terhadap wilayah Israel terjadi secara berulang. Konflik ini telah memperburuk ketegangan dan memicu gelombang disinformasi di media sosial.

Selain menepis rumor kematian, Netanyahu menggunakan video santainya untuk menyampaikan pesan kepada warga Israel. Ia memuji ketahanan masyarakat dalam situasi perang, menyatakan kegembiraannya atas dukungan publik, dan mengingatkan warga untuk tetap mengikuti instruksi keamanan sipil di tengah eskalasi serangan.

Laporan The Economic Times menyebut, insiden ini menggambarkan tantangan besar yang dihadapi banyak negara dalam perang informasi. Teknologi kecerdasan buatan dan manipulasi video telah mempercepat penyebaran kabar tak terverifikasi, khususnya saat konflik militer intens seperti yang kini terjadi antara Israel dan Iran.