Banyak Digemari, Mochi Sukabumi Ternyata Jadi Warisan Budaya Takbenda

Sejak 2022 mochi sukabumi menjadi warisan budaya takbenda/Foto : Dok. Instagram @mochilampion_smi Sejak 2022 mochi sukabumi menjadi warisan budaya takbenda/Foto : Dok. Instagram @mochilampion_smi

Jakarta, GPriority.co.id – Si kenyal bulat mochi menjadi salah satu camilan favorit di Indonesia, khususnya di daerah Jawa Barat. Namun siapa sangka, ternyata sejak 2022 mochi Sukabumi menjadi warisan budaya takbenda dan merupakan bagian dari kekayaan budaya Indonesia.

Walaupun banyak orang mengira jika mochi merupakan khas Jepang, namun ternyata sejarahnya lebih kompleks. Dikutip dari berbagai sumber, mochi masuk ke Jepang lewat Asia Tenggara saat sistem tanam padi berkembang. Tak heran, jika kemudian mochi juga berkembang di Indonesia termasuk di daerah Sukabumi.

Menurut cerita, ada dua versi asal-usul mochi Sukabumi. Pertama, camilan ini dibawa tentara Jepang saat masa penjajahan. Penduduk lokal yang bekerja di dapur barak Jepang pun belajar cara membuatnya. Sejak saat itu, mochi menjadi camilan yang sering disajikan di acara khusus.

Sementara, versi cerita lainnya datang dari komunitas Tionghoa di Sukabumi. Mereka biasa menyajikan mochi pada perayaan Tahun Baru Imlek dan acara pernikahan. Lama kelamaan, mochi semakin dikenal dan muncul produsen legendaris bernama Mochi Garuda.

Mochi Sukabumi sendiri mempunyai ciri khas yang berbeda dari mochi Jepang. Isiannya kacang, namun bukan kacang merah atau es krim. Bungkusnya pun memiliki ciri khas dengan wadah anyamanan bambu yang membuat kesan tradisionalnya semakin kuat.

Di Jepang pembuatan mochi menggunakan beras mochigome. Di Indonesia mochigome biasa disebut ketan putih. Walaupun terkesan sederhana, namun rasanya tetap menjadi juara. Cara pembuatannya pun menjadi bagian dari identitas lokal yang membuat mochi Sukabumi berbeda dan layak dibanggakan.

Wilayah Kaswari di Sukabumi menjadi pusat produksi mochi. Dahulu, di sana terdapat sekolah perwira Jepang. Kemudian dari situlah sejarah mochi semakin berkembang. Hingga saat ini, anda bisa melihat banyak toko mochi di sepanjang jalan Kaswari.

Dengan membeli dan mengonsumsi mochi, kita juga ikut melestarikan budaya lokal, khususnya kuliner Indonesia.