Jakarta, GPriority.co.id – Penelitian terbaru dari Universitas Harvard menyebut jika kentang ternyata bisa meningkatkan risiko diabetes hingga 20 persen.
Para peneliti telah mengamati lebih dari 205.000 orang, selama lebih dari 30 tahun lewat pola makannya. Mengejutkannya, mereka menemukan fakta bahwa orang-orang yang mengonsumsi tiga porsi kentang goreng dalam seminggu, dapat berisiko terkena diabetes hingga 20 persen.
Namun kabar baiknya, jika anda mengolah kentang dengan cara lain seperti dipanggang atau dihaluskan, maka hal ini tidak terjadi. Kendati demikian, peneliti menyarankan untuk mengganti jenis kentang apa pun dengan makanan gandum utuh, yang disebut dapat menurunkan risiko terkena diabetes tipe 2 hingga 4 persen.
Kentang goreng lebih baik diganti dengan biji-bijian utuh, dan dapat mengurangi risiko diabetes hingga 19 persen. Sementara menggantinya dengan biji-bijian olahan seperti roti puith pun, dapat memberi dampak positif.
“Perubahan kecil dalam pola makan sehari-hari dapat berdampak penting terhadap risiko diabetes tipe 2,” kata penulis korespondensi Walter Willett, profesor epidemiologi dan nutrisi.
Sebelumnya, studi di Australia juga menemukan fakta bahwa mengonsumi kentang meningkatkan risiko diabetes hingga 9 persen, lebih tinggi daripada mereka yang lebih sedikit mengonsumsi kentang. Tetapi mereka mengatakan jika mengonsumsi kentang rebus, menjadi pilihan yang terbaik dibandingkan kentang goreng.
“Hanya kentang goreng dan kentang tumbuk (yang meningkatkan risiko diabetes. Apalagi jika dibuat dengan mentega, krim, dan sejenisnya,” ujar Dr. Nicola Bondonno dari Institut Penelitian Inovasi Nutrisi dan Kesehatan Universitas Edith Cowan.
Perlu ditekankan, metode memasak kentang menjadi kuncinya. Terlebih, sebenarnya kentang memiliki banyak manfaat kesehatan. Dilansir dari berbagai sumber, kentang memiliki banyak antioksidan seperti flavonoid, karotenoid, dan asam fenolik, yang dapat membantu melawan penyakit seperti kanker dan penyakit jantung.
Meskipun pati yang juga terkandung dalam kentang sering dianggap buruk, namun kentang sendiri mengandung pati resistan yang memberi nutrisi dan bakteri baik pada usus. Kandungan ini sangat baik untuk kesehatan pencernaan dan mengendalikan gula darah.
Bahkan di tahun 2022, peneliti dari Polandia menemukan bahwa glikalkaloid, zat kimia alami yang ditemukan dalam kentang, paprika, dan goji berry, bermanfaat untuk melawan kanker.
