Jakarta,GPriority.co.id-Dalam rangka menurunkan emisi karbon, Pemerintah Indonesia terus menggalakkan motor listrik. Ini bisa terlihat dari semakin banyaknya motor listrik yang beredar di Indonesia.
Kini yang menjadi pertanyaan lebih irit mana, motor listrik dengan motor BBM? Menurut Hikmat Drajat selaku Executive Vice President Pemasaran dan Pengembangan Produk PLN dalam webinar pada Selasa (12/4/2022) penggunaan motor listrik secara umum lebih murah dibandingkan BBM (Bahan Bakar Minyak).
Contoh hitungannya, untuk menempuh jarak 100 km, motor bensin butuh bahan bakar kira-kira 2 liter.
“Katakanlah harga bensin Rp 8.000 per liter, 2 liter Rp 16.000. Sedangkan untuk motor listrik, 100 km itu bisa ditempuh dengan listrik 3 kWh saja dari baterainya,” ucap Hikmat.
Menurutnya, sekarang ini untuk harga listrik per kWh ada di kisaran Rp 1.500.” Artinya dengan jarak sejauh 100 km hanya membutuhkan biaya sebesar Rp.4500. Ini menandakan bahwa motor listrik lebih irit dibandingkan BBM karena BBM per 100 km memakan bensin jenis pertalite Rp.6.000,-,” jelasnya.
Selain memiliki biaya yang lebih murah, motor listrik memiliki kelebihan motor listrik juga lebih efisien dan tidak memakan banyak waktu saat proses isi ulang baterai. “Pasalnya, dengan teknologi swap baterai kosong yang ada di dalam motor bisa diganti dengan baterai yang sudah terisi penuh,” jelasnya
Di lain sisi, PLN mulai mendukung penggunaan kendaraan listrik dengan sejumlah program.Seperti, pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) hingga transformasi pembangkit listrik dari PLTU ke PLT EBT.
Hikmat yakin dengan banyaknya kelebihan ini, masyarakat akan beralih ke motor listrik.(Hs.Foto.Hs)
