Jakarta,GPriority.co.id-“Halo sobat budaya di seluruh Nusantara! Mohon maaf kami tutup sementara dari tanggal 11 sampai dengan 29 April 2022 dalam rangka revitalisasi TMII,” tulis pihak TMII di keterangan unggahan.
“Nantikan TMII yang jauh lebih menarik dengan beragam fasilitas dan hiburan . Sampai berjumpa lagi di lain kesempatan!”
Itulah pengumuman yang tertera di laman medsos dan pintu gerbang TMII pada 10 April 2022.
Lantas apa yang menjadi penyebabnya, Menurut pengelola TMMI dalam laman medsosnya, Ditutupnya TMII bukan karena Covid-19 melainkan sedang melakukan renovasi.
Artinya, ruang terbuka hijau dirancang lebih dominan di kawasan objek wisata di bilangan Jakarta Timur tersebut. Selain, ia juga menyisipkan unsur-unsur budaya Indonesia untuk seleras dengan identitas ikonis TMII.
“Desainnya akan memperkuat narasi ‘The Ultimate Showcase of Indonesia,'” katanya.
Yori dalam kesempatan tersebut juga mengatakan, rancangan baru objek wisata dibagi menjadi 4 bagian. Yang pertama,Indonesia klasik yang didominasi nuansa elegan dan geometris di koridor utama. Yang kedua adalah perombakan danau Archipelago. Dalam perombakan ini area ini akan didominasi material alam, seperti kayu dan batu. “Padahal ini main attraction, tapi selama ini terlewat begitu saja. Jadi, akan dilakukan penguatan,” ia mengatakan.
Yori menyebut, selain perawatan yang membuat air danau nantinya bening, desain pulau-pulau juga akan dibuat lebih nyata. “Misalnya di Sumatra ada Bukti Barisan, itu harus kelihatan. Kemudian, gunung berapi mana yang masih aktif, bisa diberikan obor dan nantinya jadi pertunjukan ‘ring of fire,'” jelasnya.
Akan ada banyak pertunjukan yang dijadwalkan di area ini, termasuk air mancur menari. Kawasan ini juga akan bebas kendaraan motor, hanya ada transportasi listrik untuk menjemput dan mengantar penunjung, pembuatan teras-teras untuk bersantai, fasilitas bangku di sana-sini, serta jogging track.
Zona ketiganya adalah “Indonesia Kini,” yang menurut Yori, akan memanfaatkan arsitektur modern, namun tetap berbasis budaya. “Terutama secara material,” katanya.
Terakhir, “Jendela Dunia” di area Istana Anak-Anak yang didedikasikan sebagai “perspektif Indonesia melihat dunia,” kata Yori. Implementasinya, kawasan ini akan dilengkapi ikon dunia, seperti Tembok Besar China, Patung Liberty, Menara Eiffel, dan Menara Pisa.(Hs.Foto.dok.GP)
