Jakarta, GPriority.co.id– Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi memaparkan struktur organisasi Badan Pengelolaan Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) dipimpin oleh Rosan Roeslani sebagai Group CEO, serta dibantu oleh Pandu Sjahrir dan Dony Oskaria.
“Danantara akan dipimpin oleh Bapak Rosan Roeslani, nanti akan dibantu oleh Bapak Pandu Sjahrir, akan dibantu juga oleh Bapak Dony Oskaria,” kata Hasan Nasbi saat memberikan keterangan dilansir dari Antara, Senin (24/2).
BPI Danantara sebagai Sovereign Wealth Funds milik Indonesia itu baru saja diluncurkan secara langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin. Danantara akan mengelola aset hingga lebih dari USD 900 miliar, dengan proyeksi dana awal mencapai USD 20 miliar.
Hasan menjelaskan Danantara akan memegang dua holding, yakni operasional yang dipimpin oleh Dony Oskaria yang juga Wakil Menteri BUMN, serta bidang investasi yang dipimpin oleh Pandu Sjahrir.
Dia merinci Presiden Prabowo juga menunjuk Menteri BUMN Erick Thohir sebagai Ketua Dewan Pengawas Danantara, yang dibantu Wakil Ketua Dewan Pengawas Muliaman Hadad. Mantan Presiden RI juga akan dilibatkan menjadi penasihat Danantara, yang menjadi persyaratan dalam Prinsip Santiago sebagai pedoman tata kelola Sovereign Wealth Funds yang baik.
“Mantan-mantan presiden itu nanti akan diajak untuk menjadi penasihat, agar lembaga ini betul-betul dikawal, dijaga oleh figur-figur yang penuh integritas dan memang cinta Indonesia,” jelas Hasan.
Profil Rosan Perkasa

Presiden Prabowo Subianto menunjuk Rosan Perkasa Roeslani sebagai Chief Executive Officer Danantara. Rosan merupakan Menteri Investasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dalam Kabinet Merah Putih, yang telah menjabat sejak Kabinet Indonesia Maju, tepatnya pada Agustus 2024.
Sebelumnya, Rosan pernah menjabat sebagai Wakil Menteri BUMN I dan juga ditunjuk oleh Menteri BUMN Erick Thohir sebagai Wakil Komisaris Utama PT Pertamina (Persero). Sebelum terjun ke pemerintahan, Rosan dipercaya oleh Presiden Joko Widodo saat itu, sebagai Duta Besar ke-21 Republik Indonesia untuk Amerika Serikat dari 2021 hingga 2023.
Di dunia bisnis, ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) periode 2015-2020, yang memperkuat posisinya sebagai salah satu tokoh berpengaruh dalam sektor ekonomi Indonesia. Lahir di Jakarta, 31 Desember 1968, Rosan menempuh pendidikan dan meraih gelar BA bidang Administrasi Bisnis dari Oklahoma State University, Amerika Serikat pada 1993, kemudian melanjutkan ke Antwerpen European University di Belgia dan memperoleh gelar MBA pada 1996.
Pada 1997, ia mulai membangun usahanya sendiri bidang penasihat keuangan bersama dua sahabatnya, yaitu Sandiaga Salahuddin Uno dan Elvin Ramli, dengan perusahaan bernama PT Republik Indonesia Funding atau Finance Indonesia.
Berbagai posisi penting yang pernah dijabat oleh Rosan, di antaranya Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri/Kadin Indonesia (2015-2020); Ketua Satgas Omnibus Law (2019); Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin (2019); Chief de Mission (CDM) Kontingen Indonesia untuk Olimpiade Tokyo (2020); Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat (2021-2023); Wakil Menteri BUMN (2024); Ketua Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran (2023-2024).
Profil Pandu Patria Sjahrir

Presiden Prabowo Subianto menunjuk Pandu Patria Sjahrir sebagai Chief Investment Officer Danantara. Pria kelahiran Boston, Massachusetts, Amerika Serikat pada 17 Mei 1979 itu, menempuh pendidikan di Phillips Academy Andover, Massachusetts, dan meraih gelar sarjana dari Universitas Chicago pada 2000.
Kemudian, ia melanjutkan pendidikannya dan meraih gelar MBA dari Stanford Graduate School of Business pada 2007.
Saat ini Pandu menjabat sebagai Ketua Pengembangan Keuangan Digital Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia
Selain itu, ia juga menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur PT Toba Bara Sejahtera (TBS) Energi Utama Tbk (TOBA) sejak 2010. Ia juga menjabat sebagai Direktur Utama Electrum, perusahaan patungan Joint Venture antara TOBA dan Gojek Indonesia, yang bergerak dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
Selain itu, ia juga masih menjabat sebagai Chairperson Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) sejak 2021, serta merupakan Managing Partner Indies Capital, dan Founding Partner dari AC Ventures.
Ia pernah menjabat sebagai Komisaris Gojek Indonesia dan Komisaris PT Bursa Efek Indonesia (BEI), serta pernah menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI-ICMA) periode 2018-2021.
Pada masa kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, Pandu masuk ke dalam kubu Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, dengan menjabat sebagai Wakil Bendahara Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran.
Profil Dony Oskaria

Presiden Prabowo Subianto menunjuk Dony Oskaria sebagai Chief Operating Officer Danantara. Dony Oskaria merupakan Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Kabinet Merah Putih, yang telah menjabat sejak Oktober 2024.
Dony lahir di Tanjung Alam, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat pada 26 September 1969, dengan menempuh pendidikan dasar di kampung halaman dan melanjutkan pendidikan menengah di Kota Padang dan Jakarta. Ia menjalani studi perguruan tinggi di kampus yang berbeda, dengan awalnya kuliah di Jurusan Akuntansi Universitas Andalas, namun merasa tidak cocok dengan jurusan itu, akhirnya pindah ke Jurusan Hubungan Internasional di Universitas Padjadjaran, Bandung dan lulus pada 1994.
Kemudian, Dony memperdalam ilmunya bidang bisnis dengan menempuh program Master of Business Administration di The Asian Institute of Management, Filipina, dan lulus pada 2009.
Dony memulai kariernya di dunia perbankan, tepatnya di Bank Universal, sebagai petugas call center. Kemampuannya yang luar biasa membuatnya naik jabatan hingga menjadi kepala divisi personal banker. Pada 2004, ia bergabung dengan Bank Mega dan dipercaya memegang berbagai posisi penting di anak perusahaan CT Corp, salah satu konglomerasi besar di Indonesia, dengan karirnya di CT Corp termasuk menjadi CEO di berbagai anak perusahaan yang bergerak bidang perhotelan, hiburan, dan pariwisata.
Seiring keterlibatan CT Corp dalam investasi di Garuda Indonesia, Dony kemudian dipercaya sebagai perwakilan CT Corp pada maskapai tersebut. Pada akhir 2014, ia diangkat menjadi anggota Dewan Komisaris Garuda Indonesia, posisi yang dipegangnya hingga 2019, yang mana sebelumnya, ia juga telah menjabat sebagai Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia.
Selain berperan dalam sektor perbankan dan korporasi, Dony juga aktif dalam mengembangkan industri pariwisata di Indonesia. Pada Januari 2016, ia mendapat kepercayaan dari Presiden Joko Widodo untuk menjadi anggota Dewan Penasihat Presiden Bidang Ekonomi dan Industri di Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), yang mana ia bertanggung jawab atas pengembangan industri pariwisata di Indonesia.
Bersama Muhammad Lutfi, ia mengembangkan beberapa hotel, restoran, dan resort di Jakarta dan Padang, serta berkontribusi dalam pengembangan agroindustri di Sumatera Barat. Sejak 2021, Dony dipercaya untuk menjabat sebagai Direktur Utama PT Aviasi Pariwisata Indonesia atau InJourney, perusahaan yang menjadi holding dari beberapa BUMN bidang pariwisata.
Foto: Dok. Antara
