Jakarta, GPriority.co.id – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan bahwa pihaknya akan menggelar rapat khusus pada Selasa (24/2) untuk membahas penertiban lapangan padel di Jakarta yang dinilai mengganggu kenyamanan warga.
Hal tersebut disampaikan Pramono usai menghadiri Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Transforming Jakarta’s Markets: Leveraging Pasar as Urban Catalysts for Inclusive and Sustainable City Development” di Balai Kota, Senin (23/2).
“Besok secara khusus Balai Kota akan mengadakan rapat tentang Padel. Saya sudah meminta untuk yang memberikan perizinan dan juga mengkoordinasikan untuk Padel itu mempersiapkan. Karena saya juga mendapatkan laporan berbagai tempat misalnya di Haji Nawi, di Cilandak, kemudian di Rawamangun dan sebagainya tentang Padel ini yang mendapatkan keberatan dari masyarakat,” kata Pramono kepada wartawan.
Pramono menilai, keberadaan sejumlah lapangan padel di kawasan padat penduduk cukup mengganggu warga dan memicu banyak keluhan. Karena itu, ia akan mengatur waktu penggunaan lapangan padel tersebut.
“Dan itu saya yakin kalau masyarakat di sekitar Padel itu keberatan pasti sangat terganggu. Bahkan ada yang bayinya satu setengah tahun gak bisa tidur karena malam-malam orang masih berteriak-teriak main Padel. Menurut saya juga gak fair. Jadi tempat-tempat yang padat penduduk akan kami tertipkan jam penggunaannya,” jelasnya.
Politisi PDI Perjuangan (PDIP) itu berharap para pengelola dan pemain padel dapat bertoleransi dengan warga sekitar.
“Kalau Padel yang misalnya tempatnya adalah fasilitasnya atau lokasinya di tempat yang komersial, menurut saya main sampai jam berapa pun gak masalah,” tuturnya.
“Tetapi kalau di tempat padat penduduk dan mengganggu penduduk, pasti mereka mainnya juga gak nyaman. Dan untuk itu wajiban pemerintah DKI Jakarta untuk menertipkan itu,” pungkas Pramono.
